Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Jalal Abdul Nasir: Hilirisasi Kunci Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (18/06) — Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI bersama jajaran Eselon I Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI dimanfaatkan untuk membahas kebutuhan anggaran tahun 2027 serta strategi memperkuat investasi dan hilirisasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Fraksi PKS pada prinsipnya menyetujui usulan anggaran tahun 2027. Namun, apabila memungkinkan, kita perlu bersama-sama memperjuangkan dukungan anggaran yang lebih kuat agar target pembangunan ekonomi nasional dapat dicapai secara optimal,” ujar Jalal Abdul Nasir.

Dukungan terhadap penguatan anggaran dipandang penting mengingat pemerintah telah menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Ketersediaan sumber daya yang memadai diyakini akan memperkuat kinerja kementerian dalam menarik investasi dan mempercepat hilirisasi.

“Target pertumbuhan ekonomi 8 persen membutuhkan kerja keras sejak sekarang. Tahun ini dan tahun depan menjadi periode penting untuk menyiapkan fondasi yang kokoh menuju sasaran tersebut,” ungkap legislator PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VII.

Dalam rapat tersebut, perhatian juga diberikan pada pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat melalui pengembangan industri hilir di berbagai sektor strategis.

“Kita perlu mendorong hilirisasi secara masif pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, dan perikanan. Dampak penggandanya sangat besar bagi kesejahteraan rakyat sekaligus tetap menjaga keberlanjutan lingkungan,” kata Jalal.

Potensi pemerataan ekonomi dinilai semakin terbuka apabila investasi diarahkan pada sektor-sektor produktif yang memiliki keterkaitan luas dengan kebutuhan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.

“Saya mendapatkan informasi adanya investasi besar di sektor sapi perah. Model seperti ini dapat menjadi inspirasi untuk diperluas melalui PMDN maupun PMA sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas,” jelas Anggota Komisi XII DPR RI tersebut.

Pentingnya pemetaan peluang investasi sejak dini juga disampaikan sebagai langkah strategis agar kebijakan hilirisasi berjalan lebih terarah, terukur, dan mampu memberikan dampak nyata bagi daerah-daerah penghasil sumber daya.

“Dengan perencanaan yang baik, dukungan investasi yang kuat, serta sinergi semua pihak, insya Allah target pertumbuhan ekonomi nasional dapat tercapai dan kemakmuran bisa dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat,” tutup Jalal Abdul Nasir.