Jakarta (15/06) — Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Surabaya–Sidoarjo), Reni Astuti, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan sport tourism di Indonesia, di antaranya melalui event internasional marathon, seperti penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026.
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS itu juga menilai sport tourism memiliki multiplier effect bagi berbagai sektor, seperti olahraga, pariwisata, dan perekonomian daerah.
Menurut Reni, tingginya antusiasme peserta dalam ajang tersebut menunjukkan bahwa olahraga telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Ia mencatat bahwa kategori Half Marathon (HM) menjadi salah satu kategori dengan jumlah peserta terbanyak dalam penyelenggaraan tahun ini.
“Peserta yang sangat besar menunjukkan bahwa kesadaran untuk hidup sehat melalui olahraga semakin meningkat. Ini merupakan perkembangan yang sangat positif,” ujar Reni.
Selain diikuti peserta dari Jakarta dan wilayah penyangga, JAKIM juga menarik pelari dari berbagai daerah di luar Jabodetabek bahkan mancanegara.
Kehadiran ribuan peserta dan pendamping memberikan dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi sektor perhotelan, penginapan, kuliner, dan usaha pendukung lainnya.
“Ajang seperti ini tidak hanya berbicara tentang olahraga, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Hotel dan penginapan terisi, UMKM mendapatkan manfaat, dan Jakarta semakin dikenal sebagai destinasi sport tourism,” katanya.
Reni juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan pihak lainnya dalam penyelenggaraan Jakarta International Marathon.
Menurutnya, komitmen pemerintah sangat penting untuk memastikan acara berlangsung sukses dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta.
Selain aspek partisipasi dan dampak ekonomi, Reni menekankan pentingnya faktor keselamatan (safety) dalam setiap penyelenggaraan event olahraga berskala besar. Ia berharap standar keamanan, pelayanan kesehatan, serta pengelolaan rute lomba terus ditingkatkan agar peserta dapat berolahraga dengan aman dan nyaman.
Menariknya, dalam ajang tersebut, Reni yang berusia 54 tahun juga ikut sebagai peserta dan berhasil menjadi finisher pada kategori Half Marathon. Baginya, olahraga lari merupakan salah satu cara menjaga kesehatan fisik dan mental di tengah aktivitas yang padat.
“Alhamdulillah saya bisa menyelesaikannya sampai garis finis di bawah cut off time (COT). Saya merasakan langsung semangat dan energi positif yang hadir dalam kegiatan ini,” ujar politisi perempuan PKS itu.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berolahraga tidak harus dengan paksaan. Yang terpenting adalah menemukan aktivitas fisik yang disukai dan melakukannya secara konsisten.
Di samping rutin berlatih lari, Reni mengaku keterlibatannya dalam olahraga juga didukung penuh oleh keluarga, khususnya sang suami dan anak-anak. Dukungan tersebut menjadi motivasi untuk terus menjaga kebugaran dan menjalani pola hidup sehat.
Di akhir pernyataannya, Reni mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri berolahraga sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
“Tidak semua orang harus berlari. Bisa berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau olahraga lainnya. Yang terpenting adalah bergerak, menjaga kesehatan, dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup yang menyenangkan,” pungkasnya.