Jakarta (09/06) — Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Hamid Noor Yasin, menegaskan bahwa berbagai tantangan global yang tengah dihadapi Indonesia menuntut kerja nyata dan kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Hamid dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (9/6), di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Hamid, agenda utama rapat paripurna hari itu adalah mendengarkan tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi DPR RI terkait Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF). Dalam konteks tersebut, ia menilai Indonesia sedang menghadapi sejumlah tantangan eksternal yang memerlukan perhatian serius.
“Kita menghadapi tantangan yang sangat berat. Pertama, kondisi dolar yang menyentuh angka di atas Rp18.000. Yang kedua, harga minyak dunia yang melambung, kemudian yang ketiga geopolitik dunia yang tidak menentu,” ujar Hamid.
Di tengah berbagai tekanan tersebut, Hamid mengapresiasi arah kebijakan dan optimisme yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pemaparan KEM-PPKF. Menurutnya, pesan Presiden memberikan semangat sekaligus arah bagi seluruh penyelenggara negara dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
“Kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang disampaikan Pak Prabowo menurut pandangan kami sangat luar biasa. Memotivasi dan memberikan semangat kepada kita semuanya, terutama kementerian dan lembaga,” katanya.
Namun demikian, Hamid mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya ditentukan oleh kualitas perencanaan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh institusi negara dalam menerjemahkannya menjadi program dan tindakan nyata.
“Eksekutif, legislatif, kemudian juga yudikatif, khususnya kementerian dan lembaga, harus bisa menangkap apa yang disampaikan oleh Presiden. Artinya harus bekerja keras, bekerja penuh dengan tanggung jawab, menjaga amanah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa,” tegasnya.
Politisi PKS itu menekankan bahwa arahan Presiden tidak boleh berhenti pada tataran wacana atau sekadar menjadi penyemangat semata. Menurutnya, seluruh pembantu Presiden harus memastikan setiap target pembangunan dapat diwujudkan melalui kinerja yang terukur dan terkoordinasi.
“Sehingga apa yang disampaikan Presiden tidak hanya sebatas retorika atau motivasi-motivasi belaka, tetapi bagaimana seluruh elemen bangsa, terutama kementerian dan lembaga, bisa mewujudkan atau merealisasikan apa yang disampaikan oleh Presiden,” ujar Hamid.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional yang semakin kompleks. Kolaborasi yang baik antara pemerintah, DPR, dan seluruh institusi negara dinilai menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan mempercepat pembangunan.
“Kami secara umum sangat salut dengan apa yang disampaikan Presiden. Mudah-mudahan para perangkat pembantu Presiden dan tentu kita semuanya bisa berkolaborasi, berusaha bersama-sama untuk mewujudkan itu semuanya,” katanya.
Hamid menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat dan kemaslahatan bangsa.
“Harapannya atau muaranya adalah untuk kemaslahatan bangsa dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.