Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Slamet: KEM-PPKF 2027 Harus Fokus pada Ketahanan Energi, Kedaulatan Pangan, dan Pengelolaan Sumber Daya Air

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (06/06) — Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet, menegaskan bahwa arah kebijakan fiskal dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027 harus difokuskan pada tiga agenda strategis nasional, yaitu ketahanan energi, kedaulatan pangan, serta penguasaan dan pemanfaatan sumber daya alam, khususnya sumber daya air, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Menurutnya, anggaran negara harus diarahkan pada sektor-sektor yang mampu memperkuat kemandirian bangsa di tengah berbagai tantangan global. Dalam sektor pangan, pemerintah telah menetapkan target produksi padi sebesar 55,27 juta ton dan jagung 23,58 juta ton pada tahun 2027, disertai target produksi daging 5,25 juta ton, telur 8,04 juta ton, dan susu 877,53 ribu ton.

Di sektor kelautan dan perikanan, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada tahun 2027 sebagai bagian dari target 5.000 lokasi hingga 2029. Selain itu, akan dibangun 962 unit kapal ikan modern pada tahun 2027 serta dilakukan revitalisasi tambak nila salin Pantura dan pengembangan tambak udang terintegrasi di Waingapu untuk meningkatkan produksi perikanan nasional.

Slamet menegaskan bahwa keberhasilan target-target tersebut sangat bergantung pada pengelolaan sumber daya air yang baik. Oleh karena itu, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, waduk, embung, konservasi daerah aliran sungai, serta perlindungan kawasan hulu perlu menjadi prioritas dalam penganggaran nasional.

“Ketahanan energi, kedaulatan pangan, dan pengelolaan sumber daya air harus menjadi fokus utama KEM-PPKF 2027. Anggaran negara harus benar-benar diarahkan untuk memperkuat fondasi kemandirian bangsa sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan masyarakat Indonesia,” tegas Slamet.