Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Ateng Sutisna Dukung Aksi Nyata Jaga Laut Lewat Bantuan Pengelolaan Sampah dan Restorasi Ekosistem

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Kepulauan Seribu (26/05) — Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian laut melalui penguatan pengelolaan sampah, pemulihan ekosistem pesisir, dan perlindungan sumber daya perikanan.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Aksi Bersama untuk Pantai Lestari dalam rangka memperingati World Ocean Day 2026 di Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu, dan perairan di sekitarnya, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan yang melibatkan sekitar 1.000 peserta tersebut menjadi momentum untuk mendorong aksi nyata pelestarian lingkungan pesisir dan laut melalui sejumlah program, antara lain penyerahan bantuan mesin pilah sampah, penebaran bibit ikan kerapu, serta penanaman terumbu karang.

Acara ini juga dihadiri Menteri dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, perwakilan Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Bupati Administratif Kabupaten Kepulauan Seribu, serta para pihak lainnya.

Ateng Sutisna mengatakan bahwa persoalan sampah laut tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan pembersihan sesaat, tetapi memerlukan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dari sumbernya hingga proses daur ulang.

“Bantuan mesin pilah sampah dari Kementerian LH ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih efektif. Laut yang bersih harus dimulai dari tata kelola sampah yang baik di daratan,” ujar Ateng.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan jutaan masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Selain itu, Ateng turut mendukung kegiatan penebaran bibit ikan kerapu sebagai upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan dan meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan prinsip pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan.

“Penebaran bibit ikan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari investasi jangka panjang untuk menjaga stok ikan dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir di masa depan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ateng juga mengikuti penanaman terumbu karang sebagai bagian dari upaya restorasi ekosistem bawah laut. Ia menegaskan bahwa terumbu karang memiliki peran penting sebagai habitat berbagai biota laut sekaligus pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi dan dampak perubahan iklim.

“Terumbu karang adalah fondasi kehidupan laut. Karena itu, rehabilitasi terumbu karang harus terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi biru Indonesia,” tuturnya.

Sebagai anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi lingkungan hidup, Ateng menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang memperkuat perlindungan ekosistem pesisir dan laut, sekaligus mendukung partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Selain itu, dalam rangka menyambut World Ocean Day 2026, dilakukan juga kegiatan pelepasan tukik di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap pelestarian ekosistem laut dan perlindungan satwa laut yang terancam punah.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat, generasi muda, komunitas lingkungan, serta para pemangku kepentingan agar semakin peduli terhadap keberlanjutan laut Indonesia. Pelepasan tukik bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan simbol harapan bahwa laut harus terus dijaga sebagai sumber kehidupan, pengatur iklim, penyedia pangan, serta rumah bagi keanekaragaman hayati.

“Laut Indonesia adalah amanah besar yang harus kita jaga. Pelepasan tukik hari ini adalah pesan moral bagi kita semua bahwa menjaga laut berarti menjaga masa depan anak cucu kita. Setiap tukik yang kembali ke laut adalah simbol kehidupan, harapan, dan tanggung jawab kita terhadap alam,” pungkas Ateng.