Jakarta (25/05) — Optimalisasi investasi migas untuk memperkuat ekonomi nasional dan membuka lapangan pekerjaan menjadi perhatian dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI bersama Ditjen Migas Kementerian ESDM dan SKK Migas.
“Investasi migas yang sangat besar harus memberi dampak nyata bagi ekonomi nasional, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan memperkuat industri dalam negeri,” ujar Jalal Abdul Nasir.
Dalam rapat tersebut, capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri sektor jasa diapresiasi karena terus menunjukkan peningkatan. Namun, penguatan pada sektor barang dan manufaktur dinilai masih perlu terus didorong agar manfaat ekonomi semakin luas dirasakan masyarakat.
“Kami berharap ke depan ada sinergi antara sektor migas dengan Kementerian Perindustrian, pendidikan, dan riset agar kebutuhan industri masa depan dapat dipersiapkan sejak sekarang,” katanya.
Contoh pengembangan industri nasional turut disampaikan melalui kunjungan kerja ke PT DSAW di Batam yang memproduksi pipa migas. Perusahaan tersebut dinilai mampu menyerap ribuan tenaga kerja dan menunjukkan besarnya potensi sektor manufaktur nasional.
“Perusahaan seperti ini perlu terus diperkuat agar produk dalam negeri semakin banyak digunakan untuk kebutuhan nasional. Kawasan industri seperti Patimban juga memiliki peluang besar menyerap tenaga kerja lokal,” ungkap legislator PKS tersebut.
Perhatian juga diberikan terhadap pentingnya penguatan manufaktur sebagai fondasi utama pengembangan UMKM nasional. Investasi migas dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi apabila diarahkan untuk memperbesar penggunaan produk lokal.
“Backbone 65 juta UMKM Indonesia adalah manufaktur. Ketika industrinya kuat, maka ekonomi rakyat juga akan bergerak lebih sehat dan berkelanjutan,” pungkas Jalal Abdul Nasir.