Jakarta (11/08) — Surahman Hidayat, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Bromo sejak 3 Agustus 2026. Hingga kini, kebakaran telah meluas membakar 742 hektare lahan dengan vegetasi cemara gunung, akasia, mentigen, dan semak belukar.
”Karhutla Bromo ini bukan hanya merusak ekosistem dan keindahan alam, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat serta merugikan sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Kita berdoa agar Karhutla Bromo segera bisa dipadamkan,” ujar Surahman.
Surahman juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim gabungan BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, Basarnas, BPBD, aparat daerah, serta Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS). Mereka telah bekerja tanpa kenal lelah melakukan sekat bakar, penyemprotan air, hingga mengoperasikan helikopter water bombing untuk menahan laju api. Upaya terpadu ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam melindungi masyarakat dan kawasan konservasi.
“Tim gabungan bersama Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru telah menunjukkan kerja luar biasa di lapangan. Mereka adalah garda terdepan yang mempertaruhkan kesehatan dan keselamatan. Semoga Allah membalas segala pengorbanan mereka dengan pahala yang berlipat, serta memberikan kekuatan dan perlindungan dalam menjalankan tugas mulia ini,” ujar Surahman.
Surahman juga memberikan apresiasi kepada Komunitas Masyarakat Peduli Api yang terdiri dari warga lokal. Komunitas ini telah menjadi mitra strategis dalam menjaga hutan dan lingkungan dengan melakukan patroli, memberikan informasi cepat, serta membantu pemadaman api di lapangan.
“Komunitas Masyarakat Peduli Api merupakan bukti nyata kepedulian warga terhadap alam. Mereka rela meninggalkan pekerjaan dan keluarga demi membantu memadamkan api dan melindungi lingkungan. Semoga Allah membalas segala pengorbanan mereka dengan pahala yang berlipat, serta memberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan bagi seluruh tim yang bertugas,” ujar Surahman.
Selain itu, Surahman menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Jeep Bromo yang telah mengerahkan armada dan relawan untuk membantu mengangkut personel serta perlengkapan ke lokasi kebakaran. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pelaku usaha wisata pun memiliki kepedulian besar terhadap kelestarian alam dan keberlangsungan ekosistem Bromo.
“Komunitas Jeep Bromo telah membuktikan bahwa kepedulian terhadap alam bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha. Dengan semangat gotong royong, mereka ikut menjaga sumber penghidupan sekaligus warisan alam bangsa. Semoga Allah membalas segala kebaikan dan pengorbanan mereka,” ujar Surahman.
Surahman mengatakan bahwa menurut Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), dugaan penyebab kebakaran Bromo berasal dari aktivitas manusia di jalur tradisional Blok Bantengan, bukan faktor alam. Api diduga muncul dari perapian warga yang tidak dipadamkan sempurna, lalu diperparah oleh angin kencang dan vegetasi kering.
”Menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab masyarakat. Dengan kesadaran bersama, kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sehingga ekosistem tetap lestari. Oleh karena itu, seluruh masyarakat harus lebih peduli, tidak melakukan tindakan yang berisiko, dan bersama-sama menjaga alam. Jika kita semua berkomitmen, insya Allah kebakaran seperti ini tidak akan terulang di kemudian hari,” kata Surahman.
Surahman juga mengimbau masyarakat muslim di sekitar kawasan untuk dapat melakukan ikhtiar spiritual dengan menggelar shalat istisqa, memohon kepada Allah agar diturunkan hujan yang membawa rahmat dan memadamkan api.
“Ikhtiar teknis sudah dilakukan dengan luar biasa. Namun, ikhtiar spiritual juga penting. Masyarakat muslim di sekitar Bromo bisa menggelar shalat istisqa, memohon turunnya hujan sebagai rahmat Allah. Dengan doa, kerja keras, dan kebersamaan, insya Allah Gunung Bromo akan kembali pulih dan lestari,” pungkas Surahman.