Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Sampaikan Belasungkawa, Surahman Hidayat Dorong Penguatan Penanganan Banjir Musi Rawas Utara

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (09/05) — Surahman Hidayat, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan, menyampaikan belasungkawa mendalam atas korban jiwa dan penderitaan masyarakat akibat banjir besar di Kabupaten Musi Rawas Utara sejak 7 Mei 2026 dini hari. Banjir melanda 16 desa dan 1 kelurahan, berdampak pada lebih dari 11 ribu jiwa, serta telah menelan korban jiwa seorang balita.

“Kami turut berduka atas musibah ini. Semoga para korban diberi ketabahan dan masyarakat segera mendapat pemulihan,” ujar Surahman.

Surahman mengapresiasi kerja cepat BPBD Kabupaten Musi Rawas Utara dan BPBD Provinsi Sumatera Selatan yang sigap mengevakuasi warga serta menyalurkan bantuan logistik. Namun, ia memahami bahwa bantuan tersebut belum optimal diterima oleh masyarakat dikarenakan kapasitas daerah yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan dukungan tambahan dari BNPB dan kementerian terkait.

“Kami mengapresiasi kerja keras BPBD Kabupaten Musi Rawas Utara dan BPBD Provinsi Sumatera Selatan di lapangan, sekaligus mendorong agar BNPB bersama kementerian terkait segera memperkuat dukungan logistik, kesehatan, dan infrastruktur agar masyarakat benar-benar terlindungi dan dapat segera bangkit,” tegas Surahman.

Surahman juga menyoroti kondisi geografis Musi Rawas Utara yang rawan banjir karena permukiman berada di sekitar Sungai Rupit. Hampir setiap tahun sungai meluap saat musim hujan, menyebabkan ribuan rumah terendam dan sejumlah jembatan gantung putus.

“Penanganan tidak boleh hanya darurat. Pemerintah harus hadir secara menyeluruh, mulai dari evakuasi, pemulihan pascabencana, hingga mitigasi jangka panjang agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban banjir berulang,” ujar Surahman.

Surahman menambahkan bahwa langkah strategis seperti normalisasi sungai, pembangunan tanggul, dan sistem peringatan dini harus segera disiapkan. Ia juga mendorong pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan yang putus agar akses bantuan tidak terhambat.

“Tanpa akses yang memadai, bantuan akan terlambat menjangkau korban dan memperparah penderitaan mereka. Karena itu, negara harus hadir secara menyeluruh agar masyarakat benar-benar terlindungi dan dapat kembali bangkit,” jelas Surahman.

Terakhir, Surahman menghimbau masyarakat Muratara untuk tetap waspada, mengikuti arahan BPBD, dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga. Ia juga menekankan pentingnya solidaritas di pengungsian untuk saling membantu dan memprioritaskan anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Solidaritas menjadi kunci menghadapi bencana. Dengan saling menopang dan peduli terhadap sesama, insyaallah masyarakat Muratara dapat melewati masa sulit ini bersama dan bangkit kembali dari musibah,” pungkas Surahman.