Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Era Digital Learning, Fikri Faqih: Guru Harus Melek Teknologi dan Perkuat Pendidikan Karakter

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Tegal (02/05) — Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, mengingatkan bahwa digitalisasi pendidikan adalah sebuah kenyataan yang harus dikelola secara bijak sejak pandemi COVID-19 melanda.

Meski teknologi tak terbendung, ia menyoroti terjadinya 46 persen learning loss atau ketertinggalan pembelajaran akibat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yang kini menjadi tantangan serius bagi penerapan pendidikan karakter di sekolah.

Pernyataan tersebut ditekankannya saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam Workshop Pendidikan bertema “Implementasi Digitalisasi Pembelajaran” yang diselenggarakan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di Hotel Kotta Go, Kota Tegal, Kamis (30/4/2026).

Dalam paparannya, Fikri merujuk pada temuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pascapandemi yang terungkap dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI pada 2023 lalu.

“Digitalisasi adalah sebuah kenyataan yang harus kita hadapi dan kelola dengan bijak, paling tidak sejak era COVID-19 tahun 2020 lalu. Namun, catatan Kemendikbudristek (saat itu, tahun 2023) bahwa terjadi kurang lebih 46 persen learning loss akibat PJJ harus benar-benar kita perhatikan,” kata legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI ini.

Lebih lanjut, Fikri memaparkan sejumlah hambatan teknis maupun fundamental yang membekas selama PJJ berlangsung.

Di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang bersifat praktik murni menjadi terhambat lantaran ketiadaan fasilitas tatap muka dan bengkel kerja.

“Selain itu, sulitnya penerapan pendidikan karakter ketika pembelajaran dilakukan secara daring menjadi perhatian ekstra para praktisi pendidikan, khususnya para guru,” imbuh legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes) ini.

Beranjak dari deretan tantangan tersebut, Fikri menegaskan pentingnya strategi yang tepat selaras dengan tema presentasinya, yakni “Menavigasi Pendidikan di Era Digital”.

Transformasi guru dari sekadar pengajar menjadi fasilitator yang melek teknologi menjadi syarat mutlak agar pemanfaatan ruang kelas digital bisa sejalan dengan pendidikan karakter yang mulia.

“Sehingga saya sangat setuju dengan judul bagaimana menavigasi pendidikan di era digital. Saya berharap workshop pendidikan di Tegal ini bisa menjadi bagian dari solusi permasalahan tersebut,” tegasnya.

Adapun kegiatan kolaboratif yang berfokus mendorong tenaga pendidik untuk menggenjot kualitas proses belajar mengajar ini turut dihadiri dan dibuka langsung oleh Widyaprada Ahli Utama Kemendikdasmen RI Abdul Halim Muharrom, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes Untung Sunoto.