Surabaya (01/05) — Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti resmi meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dari Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Kamis (30/4/2026).
Gelar akademik tertinggi itu diraih setelah Reni menuntaskan studi Program S3 Pengembangan Sumber Daya Manusia yang dijalani sejak 2022, saat dirinya masih menjabat Wakil Ketua DPRD Surabaya.
Menariknya, di tengah kesibukan sebagai politisi, Reni tetap menjalani seluruh proses akademik secara penuh. Mulai dari perkuliahan, riset, hingga melewati lima tahapan ujian disertasi.
“Proses ini bukan hal mudah. Saya menjalani seluruh tahapan seperti mahasiswa lainnya, penuh disiplin dan komitmen,” tegas Reni.
Dalam disertasinya berjudul Model Transactional Leadership Anggota DPRD Pemilu Hat-trick, Reni mengupas pola kepemimpinan anggota legislatif yang mampu memenangkan pemilu hingga tiga kali berturut-turut.
Penelitian tersebut menyoroti anggota DPR RI, DPRD Jawa Timur, hingga DPRD Surabaya yang berhasil mempertahankan kursi secara beruntun.
Menurut Reni, keberhasilan itu tidak lepas dari kombinasi kepemimpinan, komunikasi politik, serta kedekatan dengan konstituen.
Ia juga mengungkap perjalanan studinya yang penuh tantangan, termasuk proses panjang revisi di setiap tahap ujian.
“Setiap kali ujian selalu menghasilkan revisi. Tapi saya paham betul, itu demi kualitas disertasi yang dihasilkan,” ujarnya.
Reni menegaskan bahwa capaian akademik ini bukan semata hasil kerja pribadi, melainkan dukungan banyak pihak, termasuk keluarga.
“Bagi seorang istri, restu suami membawa langkah semangat, ringan dan berkah,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya pendidikan tinggi bagi kalangan politisi agar kebijakan yang dihasilkan tidak sekadar berbasis pengalaman, tetapi juga keilmuan.
“Semoga penelitian ini bisa mengisi ruang kosong teori keberlanjutan politik elektoral di tingkat daerah,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Reni bahkan menyisipkan “kampanye akademik” dengan mengajak berbagai kalangan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.