Jakarta (29/04) — Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Adang Daradjatun, menegaskan pentingnya penguatan strategi nasional dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui sinergi regulasi, anggaran, dan pengawasan. Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam kegiatan bersama BNN.
Dalam paparannya, Adang menekankan bahwa pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, khususnya keluarga dan sekolah. “Esensi daripada pencegahan adalah dilakukan melalui edukasi kepada pelajar, penguatan peran keluarga, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba agar generasi muda tidak terpapar sejak dini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa modus peredaran narkoba kini semakin menyasar pelajar dengan berbagai cara tersembunyi. Berdasarkan pengalamannya di kepolisian, Adang mengungkapkan bahwa narkotika bisa disamarkan dalam bentuk makanan atau minuman. “Jaringan peredaran narkoba ini sudah sampai ke lingkungan dekat-dekat sekolah, jadi hati-hati betul,” tegasnya.
Di sisi penegakan hukum, Adang mendorong langkah tegas terhadap bandar dan jaringan narkoba, termasuk pemutusan jalur distribusi serta penyitaan aset hasil kejahatan. Namun, ia menekankan pendekatan berbeda bagi pengguna, khususnya anak muda. “Pemenjaraan menjadi pilihan terakhir dengan prioritas pembinaan, rehabilitasi, dan perlindungan masa depan generasi muda,” jelasnya.
Adang juga menyoroti pentingnya peran DPR RI dalam memperkuat P4GN melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Saat ini, DPR tengah merevisi Undang-Undang Narkotika guna mengantisipasi munculnya jenis narkotika baru. “Revisi dilakukan agar jenis baru seperti sintetis dan cair bisa langsung diatur dan ditindak tanpa menunggu proses panjang,” ungkapnya.
Selain itu, DPR juga terus mendorong penguatan anggaran bagi BNN. Adang menyebutkan bahwa anggaran sempat meningkat signifikan pada 2025, meski mengalami penyesuaian di tahun berikutnya. “Kami terus memperjuangkan penguatan anggaran agar program P4GN berjalan efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Menutup paparannya, Adang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam memerangi narkoba. Ia menekankan bahwa orang tua memiliki peran kunci sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini penyalahgunaan narkotika. “Orang tua adalah detektor pertama. Pengawasan itu penting sekali agar anak-anak kita bisa jauh dari narkotik,” pungkasnya.