Maluku Tengah (27/04) — Suasana penuh kebersamaan dan sportivitas terasa kental di Lapangan Sepak Bola Negeri Haya saat penutupan Liga Angkatan Season III Amalatu Cup 2026, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI, Saadiah Uluputty, yang sekaligus menutup rangkaian turnamen dan menyerahkan piala kepada tim juara.
Perjalanan Saadiah menuju lokasi bukan tanpa perjuangan. Ia bertolak dari Ambon menggunakan kapal cepat dari Tulehu pada pagi hari, tiba di Masohi sekitar pukul 12.00 WIT, singgah di undangan walaimatulsafar calon jamaah haji di Negeri Ruta, lalu melanjutkan perjalanan hingga tiba di Negeri Haya sekitar pukul 14.30 WIT.
Dalam sambutannya, Saadiah menegaskan pentingnya dukungan terhadap kegiatan olahraga, khususnya sepak bola, sebagai wadah pembinaan generasi muda. Ia mengisahkan awal keterlibatannya saat panitia mendatanginya.
“Bintang itu tidak lahir di rumah atau di jalan, tapi lahir di lapangan. Anak-anak yang cinta bola harus diberi ruang,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Liga Angkatan bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang silaturahmi yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Mengusung tema “Sansakasan” yang dalam filosofi masyarakat Haya berarti “satu baku jaga satu”, turnamen ini menjadi simbol kuat kebersamaan.
“Datang sebagai kawan, bertanding sebagai lawan. Menang membawa piala, kalah tidak baku malawang. Itu nilai yang harus dijaga,” tambahnya.
Pertandingan final berlangsung sengit antara Angkatan 2019 melawan Angkatan 2021. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat hingga akhirnya Angkatan 2019 berhasil mengunci kemenangan dengan skor 2-1.
Sebagai juara pertama, Angkatan 2019 berhak membawa pulang piala dan hadiah uang sebesar Rp7 juta. Juara kedua mendapatkan Rp4 juta, sementara juara ketiga memperoleh Rp2 juta.
Acara yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 18.30 WIT, dibarengi beberapa pentas seni dari pelajar, ini turut dihadiri Camat Tehoru, Danramil, Pemerintah Desa Haya, panitia, serta masyarakat yang memadati lapangan dengan antusias tinggi.
Penutupan Liga Angkatan ini bukan hanya menjadi akhir dari sebuah kompetisi, tetapi juga penegas bahwa semangat “Sansakasan” tetap hidup menjaga persaudaraan, membangun kebersamaan, dan melahirkan bibit-bibit unggul dari Maluku Tengah.