Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Tanggapi Lonjakan BBM Non-Subsidi, Jalal Abdul Nasir Soroti Komunikasi Pemerintah dan Singgung Transisi Energi

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (21/04) — Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Jalal Abdul Nasir, menyoroti kenaikan signifikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang dinilai mengejutkan masyarakat, khususnya kelas menengah. Hal tersebut disampaikannya dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna DPR RI pada Kamis (21/04) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurut Jalal, lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat menunjukkan lemahnya aspek komunikasi publik dari pemerintah, sehingga masyarakat tidak memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi.

“Kelas menengah ke atas cukup shock, cukup kaget, karena pengumumannya sangat mendadak dan kenaikannya luar biasa,” ujarnya.

Ia mencontohkan kenaikan harga yang signifikan pada sejumlah jenis BBM non-subsidi dalam waktu singkat, yang langsung dirasakan masyarakat di lapangan.

“Saya sendiri merasakan, dari sekitar Rp14.000–Rp15.000 menjadi Rp23.900. Kenaikannya sangat tinggi,” lanjutnya.

Meski demikian, Jalal tetap mengapresiasi langkah pemerintah yang masih menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi serta LPG 3 kilogram, yang dinilai penting untuk mempertahankan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Kita mengapresiasi pemerintah yang menjaga harga BBM subsidi maupun LPG 3 kilo agar tetap stabil,” katanya.

Di sisi lain, ia menilai kenaikan BBM non-subsidi juga dapat dibaca sebagai sinyal kebijakan untuk mendorong percepatan transisi energi, khususnya menuju penggunaan kendaraan listrik.

“Kita berharap ini mungkin dorongan agar masyarakat segera migrasi ke mobil listrik,” jelasnya.

Menurutnya, sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi terbesar, sehingga peralihan ke kendaraan listrik dapat menjadi langkah strategis dalam mencapai target pengurangan emisi nasional.

“Kalau kendaraan bisa migrasi ke listrik, ini akan menjadi langkah besar menuju target net zero emission 2060,” tutup Jalal.