Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Hendry Munief Dorong Pemerintah Pusat–Pemda Berkolaborasi Kembangkan Urban Tourism

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Tangerang (15/04) — Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, mendorong agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) berkolaborasi mengembangkan urban tourism. Ia meyakini urban tourism ini sebagai pintu masuk terhadap berbagai sektor lainnya atau destinasi lainnya.

Hal itu disampaikan oleh Hendry Munief saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Tangerang pada Senin (13/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Hendry Munief memuji Tangerang yang saat ini telah bertransformasi sebagai kota besar dari awalnya sebagai satelit DKI Jakarta.

“Saat ini saya lihat banyak kota besar dengan konsep urban tourism atau wisata perkotaan, seperti Kota Tangerang atau di dapil saya, Kota Pekanbaru. Namun saya melihat konsep ini belum terarah, terkolaborasi, dan diseriusi. Ini yang kita harapkan agar pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan pemda-pemda untuk mengembangkan konsep ini,” terang Hendry Munief.

Ia menerangkan bahwa konsep urban tourism ini seharusnya dapat ditiru dan dimodifikasi oleh pemda. Ia juga menyarankan pemerintah pusat turut mengembangkan konsep sister city atau kota kembar, di mana satu kota diidentikkan pengembangannya dengan kota lainnya, terutama kota-kota yang telah berhasil mengembangkan konsep yang sama.

Ia mencontohkan salah satu kota yang berhasil mengembangkan urban tourism, yaitu Kota Incheon di Korea Selatan dan Kota Sepang di Malaysia. Incheon memiliki posisi yang identik dengan Tangerang karena menaungi Bandara Internasional Incheon dan berdekatan dengan ibu kota (Seoul).

“Kita bisa mengembangkan konsep sister city tersebut dengan kota-kota di Indonesia. Atau kita dapat mengembangkan konsep ini di Indonesia, misalnya Kota Tangerang dan Kota Pekanbaru dijadikan sebagai sister city. Sehingga apa pun di Kota Tangerang dapat ditiru di Kota Pekanbaru,” tambah Hendry Munief.

Ia menerangkan bahwa indikator urban tourism meliputi keberadaan atraksi unik (budaya/sejarah/modern), aksesibilitas tinggi, amenitas lengkap (hotel/restoran), dan keterlibatan komunitas lokal.