Tegal (03/03) — Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, mengapresiasi Tim Penerjemah Al-Qur’an Bahasa Tegal atas upaya menyelesaikan Al-Qur’an Bahasa Tegal.
Sebagai bentuk apresiasi, pria yang akrab disapa Fikri ini mendorong Tim Penerjemah Al-Qur’an Bahasa Tegal untuk segera mengajukan uji kesahihan (pentashihan) ke Kementerian Agama (Kemenag) dan memprioritaskan perilisan dalam format digital.
Dorongan ini disampaikan seiring hampir rampungnya draf terjemahan tersebut dalam pertemuan di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Tegal pada masa Reses DPR RI Februari hingga Maret 2026.
Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes) ini menekankan bahwa legalitas dari kementerian terkait mutlak diperlukan sebelum karya tersebut disebarluaskan ke publik.
Di sisi lain, memprioritaskan format digital dinilai sebagai langkah paling efisien untuk menyiasati tingginya biaya pencetakan fisik.
“Saya menyarankan agar tim secara formal menyampaikan hasil ini ke Kemenag yang memang memiliki otoritas penuh. Prosedur dan proses pentashihan harus diikuti semuanya agar hasil terjemahan ini sah dan tervalidasi dengan baik,” kata Fikri dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).
Sebagai wujud dukungan konkret dari Komisi X DPR RI terhadap pelestarian bahasa daerah, Fikri juga telah menjalin komunikasi dengan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muhsin.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah pusat berencana memberikan skema bantuan untuk penerbitan cetak perdana secara terbatas.
Bantuan ini diharapkan dapat segera terealisasi sembari menunggu proses pentashihan di Kemenag, yang diperkirakan memakan waktu kurang lebih dua bulan sejak dokumen diajukan.
Inisiatif penerjemahan ini pada awalnya tercetus dari diskusi antara Fikri dan budayawan Atmo Tan Sidik, yang terinspirasi oleh keberhasilan terjemahan Al-Qur’an dialek Banyumasan.
Proyek yang kini berada di bawah naungan IPHI Kota Tegal tersebut dipimpin oleh Muharso Kasmu’i, didampingi sejumlah ulama dan budayawan lokal seperti Atmo Tan Sidik, Lanang Setiawan, Yono Daryono, dan Joko.
Dalam pertemuan dengan Fikri tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Bhamada Slawi, Maufur.
Saat ini, sembari merampungkan persiapan pentashihan dan rilis digital, tim penerjemah juga tengah menunggu surat dukungan dari sejumlah tokoh, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Anggota DPRD Jawa Tengah Masfui Masduki, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, serta Ketua IPHI Kota Tegal Ikmal Jaya.