Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Kunjungi Kampung Batik Okra, Alqassam Kasuba Dorong Industri Kreatif Masuk Arsitektur Ekonomi Nasional

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Surabaya (12/02) — Anggota DPR RI Izzuddin Alqassam Kasuba melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kampung Batik Okra, Surabaya, guna meninjau langsung ekosistem industri kreatif berbasis komunitas. Dalam kunjungan tersebut, Alqassam menegaskan bahwa pengembangan sentra kreatif seperti Kampung Batik Okra tidak boleh berhenti pada level “proyek seremonial” atau sekadar pemanis citra daerah, melainkan harus diintegrasikan ke dalam arsitektur ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Kita tidak ingin melihat kampung-kampung batik hanya menjadi ‘proyek lucu’ yang ramai saat peresmian, tetapi layu saat anggaran pembinaan usai. Saya hadir di sini untuk memastikan bahwa kebijakan Kemenparekraf dan Pemerintah Kota Surabaya benar-benar menyentuh aspek fundamental, yaitu tata kelola, perlindungan kekayaan intelektual, dan skalabilitas industri,” tegas Alqassam.

Dalam tinjauannya, Alqassam menyoroti empat pilar besar yang menjadi indikator keberhasilan sebuah kampung kreatif. Pertama, ekosistem industri, yakni sejauh mana pembagian peran antara perajin, pengelola, dan pemerintah berjalan secara jelas tanpa tumpang tindih kewenangan. Tata kelola yang sehat menjadi fondasi agar sentra kreatif tidak berjalan sporadis dan bergantung pada proyek jangka pendek.

Kedua, keberlanjutan lingkungan. Alqassam menekankan pentingnya memastikan kreativitas industri batik tidak mengorbankan ekologi, terutama melalui pengelolaan limbah produksi yang terstandar dan tersertifikasi, sehingga aktivitas ekonomi tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

Ketiga, perlindungan kekayaan intelektual. Ia mendorong percepatan pendaftaran motif khas Batik Okra agar memiliki perlindungan hukum yang kuat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk di pasar yang lebih luas.

Keempat, skalabilitas ekonomi. Menurut Alqassam, program pemerintah harus mampu menjawab tantangan nyata pelaku industri kreatif, khususnya dalam akses permodalan dan penguatan pemasaran digital, agar produk lokal dapat naik kelas dan bersaing di pasar global.

Kunjungan ini juga merupakan bagian dari komitmen Alqassam untuk mengawal transformasi industri dalam negeri. Ia melihat potensi Kampung Batik Okra sebagai prototipe yang dapat direplikasi di wilayah lain, termasuk di Maluku Utara, dengan catatan model tata kelolanya harus teruji dan transparan.

“Target kita jelas, menjadikan UMKM sebagai mesin nilai tambah ekonomi jangka panjang. Jika Kampung Batik Okra sukses secara sistemik, ini akan menjadi standar baru bagi pengembangan desa kreatif di seluruh Indonesia,” tutup Alqassam.