Jakarta (13/01) — Menyikapi maraknya isu superflu di tengah masyarakat, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, meminta Kementerian Kesehatan RI untuk mengedepankan edukasi dan literasi kesehatan yang akurat agar masyarakat tidak panik dan salah mengambil langkah.
Pernyataan tersebut disampaikan Netty dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 DPR RI, Selasa (13/01).
“Terkait isu superflu yang hari ini banyak merebak, kami meminta Kementerian Kesehatan melakukan edukasi dan literasi kesehatan kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu panik dan tidak melakukan hal-hal yang tidak diperlukan,” ujar Netty.
Menurutnya, masyarakat perlu dibekali pemahaman yang benar mengenai cara menjaga kesehatan, mengenali gejala flu, serta mengetahui kapan harus melakukan penanganan mandiri dan kapan perlu mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan.
“Yang terpenting, masyarakat bisa menjaga kesehatan dan memahami tata laksana ketika mengidap flu, termasuk kapan harus mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Netty juga mendorong fasilitas kesehatan sebagai garda terdepan untuk aktif melakukan upaya promotif dan preventif, sekaligus menjadi sumber informasi yang kredibel bagi masyarakat.
“Kami mendorong fasilitas kesehatan memberikan informasi yang benar dan menenangkan tentang superflu ini, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.