Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Tindak Lanjut Aspirasi, Aher Tinjau Lokasi Konflik Agraria di Subulussalam

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Subulussalam (18/11) — Rombongan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Subulussalam, Senin, 17 November 2025.

Kunker yang dipimpin oleh Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan, itu bertujuan meninjau langsung konflik agraria antara masyarakat dan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Wali Kota Subulussalam bersama Tim GTRA yang sebelumnya menggelar RDPU terkait persoalan agraria pada bulan September lalu.

Setibanya di Subulussalam, Wali Kota H. Rasyid Bancin (HRB) dan Wakil Wali Kota Nasir langsung membawa rombongan BAM ke lokasi Divisi I PT Laot Bangko di Kampong Penuntungan, Kecamatan Penanggalan, salah satu titik konflik yang selama ini dikeluhkan warga.

Di lokasi, pimpinan dan anggota BAM DPR RI berdialog langsung dengan masyarakat yang mengaku menjadi korban pencaplokan lahan. Warga menyampaikan bahwa berdasarkan peta yang ditunjukkan oleh Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), lahan mereka pada izin HGU lama PT Laot Bangko berada di luar konsesi. Namun setelah pembaruan izin HGU pada 2019, lahan warga justru masuk ke dalam kawasan HGU perusahaan.

Akibatnya, masyarakat kehilangan kejelasan status kepemilikan dan tidak bisa mengurus sertipikat karena lahan mereka kini berada dalam konsesi perusahaan.

“Dulunya Pak, Divisi I ini tidak masuk HGU. Tapi saat perpanjangan HGU kok jadi masuk. Tolong Pak, mohon revisi HGU Laot Bangko ini,” ujar Riki, salah satu perwakilan warga.

Selain pencaplokan lahan, warga juga mengeluhkan tindakan pemortalan jalan oleh pihak perusahaan yang membatasi akses petani menuju kebun. Kondisi tersebut dinilai merugikan banyak warga karena jalan itu merupakan satu-satunya akses yang biasa digunakan masyarakat.

“Banyak petani dirugikan oleh aksi pemortalan jalan itu,” kata Darmono, Ketua BPK Desa Penuntungan.

Warga turut melaporkan aktivitas pembuatan parit batas oleh perusahaan yang dianggap mengganggu akses dan dilakukan tanpa melibatkan pihak terkait, terutama karena menyangkut kejelasan tapal batas HGU.

Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan, menanggapi seluruh aduan warga dengan serius. Ia menegaskan BAM akan menampung semua aspirasi untuk ditindaklanjuti di tingkat pusat.

Usai meninjau lokasi konflik, rombongan BAM DPR RI bersama Wali Kota Subulussalam melanjutkan rapat koordinasi di Kantor Wali Kota bersama Forkopimda, anggota DPRK, Sekda, staf ahli, camat, kepala mukim, kepala desa, serta Kantor Pertanahan.

Warga berharap kunjungan BAM DPR RI dapat menjadi jalan penyelesaian agar konflik tidak berkepanjangan. Pasalnya, akibat perselisihan agraria ini, tidak sedikit masyarakat yang dilaporkan ke aparat penegak hukum oleh pihak perusahaan dengan berbagai tuduhan.