Jakarta (11/11) — Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, H. Jalal Abdul Nasir, Ak., menghadiri Rapat Kerja bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Selasa (11/11/2025) di Ruang Komisi XII DPR RI, Gedung Nusantara I, Jakarta. Agenda rapat membahas realisasi dan rencana program strategis sektor energi tahun 2025–2026.
Dalam rapat tersebut, Jalal menyoroti pentingnya transparansi dan ketepatan data dalam setiap program strategis Kementerian ESDM. Menurutnya, pengambilan kebijakan yang berbasis data valid menjadi kunci untuk memastikan efisiensi, keadilan subsidi, dan arah pembangunan energi yang berkelanjutan.
Menjelang akhir rapat, Jalal menyampaikan perhatian khusus terhadap inovasi nasional BOBIBOS (Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia, Bos) yang kini tengah dilakukan pengujian-pengujian secara mandiri sebagai alternatif bahan bakar ramah lingkungan. Ia meminta Kementerian ESDM untuk mencermati potensi besar produk ini.
Jalal menegaskan, hal pertama yang perlu dipastikan adalah validitas data terkait performa BOBIBOS. “Apakah benar memiliki nilai RON tinggi, lebih ramah lingkungan, dan lebih murah? Jika data tersebut terbukti, maka ini bisa menjadi solusi strategis untuk mengurangi beban subsidi energi,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika hasil pengujian menunjukkan keunggulan yang valid, pemerintah wajib mendukung BOBIBOS sebagai karya anak bangsa. Dukungan ini mencerminkan komitmen negara dalam memajukan inovasi domestik serta mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
Lebih lanjut, Jalal mendorong agar inovasi tersebut ditindaklanjuti dengan rencana produksi massal apabila telah melalui tahapan uji teknis dan lingkungan secara komprehensif. “Potensi energi alternatif seperti ini harus dijadikan peluang besar untuk kemandirian energi nasional,” tegasnya.
Jalal menutup pernyataannya dengan harapan agar Kementerian ESDM mampu menjadi fasilitator utama bagi pengembangan inovasi energi buatan dalam negeri. “Kita perlu berani memberi ruang bagi karya anak bangsa yang bisa menggerakkan ekonomi hijau dan masa depan energi Indonesia,” pungkasnya.