Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Balita Korban TPPO Ditemukan, Anggota DPR RI Meity Apresiasi Kinerja Polisi

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (10/11) — Setelah enam hari dalam pencarian, Bilqis (4), yang diculik oleh jaringan penculik anak, akhirnya ditemukan oleh tim Kepolisian. Tim dari Satreskrim Polrestabes Makassar memburu jejak para pelaku hingga ke Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Pulau Sumatra.

Anggota Komisi XIII DPR RI, Dr. Hj. Meity Rahmatia, mengapresiasi kinerja cepat aparat kepolisian, khususnya jajaran Kepolisian Wilayah Makassar. Menurutnya, respons cepat tersebut sangat memenuhi harapan publik dan menjadi bukti kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Polisi menunjukkan kinerja yang sangat membanggakan kita semua. Sebagai seorang ibu, saya ikut terharu dengan ditemukannya Bilqis. Aparat kepolisian menunjukkan bahwa negara hadir melindungi dan memberikan rasa aman bagi warga negaranya,” ujarnya.

Politisi asal Sulawesi Selatan itu menambahkan bahwa isu kekerasan terhadap anak merupakan salah satu konsen utama Komisi XIII DPR RI. Kasus penculikan yang menimpa Bilqis, kata Meity, adalah bentuk kekerasan terhadap anak yang harus dicegah secara maksimal di masa mendatang.

“Tahun 2024 ada lebih dari dua ribu kasus kekerasan anak yang ditangani mitra kami di Komisi XIII, yaitu Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Penanganannya membutuhkan sinergi seluruh elemen — aparat keamanan, otoritas bandara, pelabuhan, imigrasi, KPAI, Komnas HAM, dan berbagai pihak lain — agar kejadian seperti ini tidak berulang,” jelasnya kepada media, Senin (10/11/2025).

Meity menekankan bahwa sinergi kuat antarinstansi diperlukan untuk menutup ruang gerak jaringan penculikan dan perdagangan anak, termasuk yang melibatkan pelaku lokal.

“Dalam kasus Bilqis ini, sangat menyedihkan. Ia ditemukan di tangan pihak ketiga di wilayah Merangin, Jambi. Penerbangannya disebut melewati empat otoritas bandara, sempat transit di Kalimantan, Yogyakarta, lalu menuju Jambi. Idealnya, pencegahan bisa terjadi di bandara atau pelabuhan ketika ada laporan anak hilang,” tambahnya.

Bilqis sebelumnya dilaporkan hilang di Taman Pakui Sayang, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Minggu (2/11/2025) pagi. Saat itu, ia diajak ayahnya, Dwi Nur Mas (34), bermain di lapangan tenis yang berada di kawasan taman tersebut. Ketika tengah bermain, sang ayah sempat memanggil-manggil Bilqis namun tidak mendapat respons.

Rekaman CCTV di sekitar lokasi menunjukkan Bilqis dibawa oleh orang tak dikenal. Tangannya digandeng seorang perempuan bersama dua anak kecil lainnya.

Tidak lama setelah laporan penculikan, aparat Polrestabes Makassar berhasil menangkap pasangan suami-istri yang menjadi pelaku utama. Dari keduanya diketahui bahwa Bilqis telah dijual kepada pihak kedua di Jawa Tengah dan diterbangkan melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Tim Reskrim Polrestabes Makassar kemudian melakukan pengejaran hingga ke Jawa dan berhasil menangkap pihak kedua.

Dari hasil pemeriksaan, jejak Bilqis mengarah ke Kabupaten Merangin. Ia akhirnya ditemukan pada Sabtu (8/11/2025) malam di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, sekitar 528 kilometer dari Kota Jambi, dalam penguasaan pihak ketiga di kawasan komunitas Suku Anak Dalam.