Surakarta (09/11) — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dr. Abdul Kharis Almasyhari, kembali memonitor penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng di wilayah Solo Raya. Penyaluran ini dilaksanakan oleh Perum Bulog Kancab Surakarta sebagai bagian dari program Bantuan Pangan Pemerintah untuk alokasi Oktober–November.
Pada Jumat, 9 November 2025, Kharis meninjau proses penyaluran di Kelurahan Pajang, Kota Surakarta. Kelurahan tersebut menerima 25.440 kilogram beras dan 5.088 liter minyak goreng untuk 1.272 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Ia mengapresiasi kinerja Bulog yang dinilai sigap dan tertib dalam memastikan bantuan sampai kepada warga.
Kharis juga menekankan pentingnya kualitas bantuan yang diberikan kepada masyarakat. “Beras yang disalurkan ini adalah beras kualitas medium dengan grade yang baik. Jika nanti ada kualitas beras yang tidak sesuai, laporkan kepada saya. Akan saya tegur Kepala Bulog,” ujarnya, yang langsung disambut tepuk tangan warga.
Ketua Fraksi PKS DPR RI tersebut menegaskan bahwa pengawasan distribusi bantuan pangan merupakan bagian dari tugas DPR RI untuk memastikan hak dasar masyarakat terpenuhi. “Negara harus hadir memastikan bantuan diterima rakyat tepat waktu dan dalam kondisi baik. Ini bagian penting dari menjaga daya beli dan ketahanan pangan,” tegasnya.
Bulog mendapat mandat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berikut minyak goreng untuk masyarakat penerima bantuan. Khusus wilayah Solo Raya, dialokasikan 9.630.960 kilogram CBP dan 1.926.192 liter minyak goreng untuk 481.548 PBP, dengan masing-masing penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Di Solo Raya, jumlah penerima tersebar di tujuh wilayah, yakni Kota Surakarta sebanyak 37.185 PBP, Wonogiri 79.378 PBP, Sukoharjo 55.391 PBP, Sragen 71.580 PBP, Klaten 106.984 PBP, Karanganyar 65.282 PBP, dan Boyolali 65.748 PBP. Seluruhnya menjadi fokus distribusi yang diupayakan selesai hingga akhir November.
Pimpinan Bulog Kancab Surakarta menyampaikan bahwa stok beras saat ini mencapai 75.000 ton, sehingga penyaluran bantuan pangan dipastikan aman hingga akhir tahun. Distribusi bantuan dijadwalkan berlangsung mulai awal November hingga 30 November 2025 dengan harapan seluruh alokasi dapat tersalurkan tepat waktu.