Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Wakil Ketua MPR RI Ajak Gen Z Jalankan Prinsip Darul Ahdi wa Syahadah Fadhli Arsil

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (27/10) — Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengajak Generasi Z meneguhkan semangat Darul Ahdi wa Syahadah. Prinsip itu, katanya, menjadi bekal moral dan kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045.

Di hadapan para kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hidayat menegaskan bahwa Muhammadiyah telah menuntaskan perdebatan antara identitas keagamaan dan kebangsaan.

“Indonesia adalah Darul Ahdi wa Syahadah—negara perjanjian dan kesaksian. Maka tugas kita adalah menjaga perjanjian itu dan memberikan kesaksian atasnya,” ujarnya dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertajuk “Mempersiapkan SDM Unggul Menyongsong Indonesia Emas 2045” di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Jakarta Timur, Jumat (19/10/2025).

Ia menjelaskan, prinsip tersebut sejalan dengan Empat Pilar MPR RI: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Generasi muda, menurutnya, harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kesepakatan nasional serta berani memberikan kesaksian terhadap penyimpangan nilai-nilai kebangsaan.

“Jika ada yang mengaku menjunjung Ketuhanan Yang Maha Esa tapi antiagama, atau bicara Kemanusiaan yang Adil dan Beradab tapi membiarkan hukum yang tidak manusiawi, maka kita wajib mengoreksi,” tegasnya.

Hidayat juga menanggapi pandangan negatif terhadap Gen Z yang kerap dianggap apatis dan antisosial. Ia menyebut anggapan itu keliru.

“Kawan-kawan IMM membuktikan bahwa Gen Z adalah generasi yang aktif, peduli, dan berkontribusi nyata. Mereka hadir dari Jumat pagi hingga Minggu sore dalam kegiatan positif,” katanya.

Ia kemudian mengajak mahasiswa meneladani para tokoh Muhammadiyah yang berperan besar dalam perumusan dasar negara, seperti Ki Bagus Hadikusumo, K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Mr. Kasman Singodimejo, dan Bung Karno. Menurutnya, dengan semangat tersebut, generasi muda akan siap menjadi pelaku utama mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Tanpa koreksi terhadap penyimpangan dan tanpa semangat menjaga marwah kebangsaan, mustahil kita bisa menghadirkan keemasan. Justru yang muncul adalah kecemasan,” tutup Hidayat.