Jakarta (11/09) — Dalam seminar bertema “Prosumenesia: Transformasi Media Digital dalam Politik dan Demokrasi” yang digelar Fraksi PKS DPR RI bersama Universitas Sahid, Anggota DPR RI Fraksi PKS, Rahmat Saleh, memaparkan bagaimana media digital memainkan peran penting dalam kontestasi politik, khususnya pada Pemilu Presiden 2024.
Menurutnya, ada dua hal yang menjadi faktor utama kemenangan politik di era saat ini, yaitu momentum dan komunikasi. Ia mencontohkan Pilpres 2024, di mana pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka berhasil memanfaatkan momentum politik yang ditopang oleh kekuatan generasi muda.
“Gen Z mendapatkan porsi yang besar dalam pemilihan umum 2024, dan strategi komunikasi pasangan Prabowo-Gibran berhasil merebut suara mereka dengan memanfaatkan media digital secara efektif,” jelas Rahmat.
Rahmat menguraikan sedikitnya tiga faktor yang menjadikan pasangan Prabowo-Gibran memenangkan kontestasi Pemilu 2024, yaitu menggandeng anak muda sebagai wajah utama kampanye, memanfaatkan momentum politik dengan kedekatan Gibran sebagai putra Presiden ke-7 Joko Widodo, serta menggunakan media sosial secara masif untuk mengolah isu dan mengarahkan narasi publik.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa media memiliki peran ganda: sebagai sumber informasi sekaligus arena perebutan makna. Tim media Prabowo-Gibran dinilai berhasil mengatur media setting sehingga mampu menyentuh Gen Z.
Rahmat juga menyoroti bahwa gimik justru lebih menarik perhatian Gen Z dibanding substansi. Strategi komunikasi bahkan mampu membalikkan persepsi negatif menjadi positif.
“Label ‘gemoy’ berhasil mengubah citra buruk menjadi daya tarik, itu bukti kuatnya framing media,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dominasi media digital juga membawa risiko bagi demokrasi, terutama ketika ada penguasaan media oleh pihak tertentu. Lebih lanjut Generasi Y dan Z menurutnya kini berada dalam posisi ganda yaitu sebagai “kingmaker” sekaligus menghadapi dilema digital.
Di akhir paparannya, Legislator PKS ini menegaskan pentingnya literasi media agar masyarakat mampu memilah informasi, tidak mudah terprovokasi, dan tetap cerdas dalam menghadapi dinamika politik di ruang digital.