Jakarta (10/09) — Badan Diplomasi dan Pembinaan Luar Negeri DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Dr. H. Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A. mengecam keras rangkaian serangan militer Israel dalam dua hari terakhir yang menargetkan empat wilayah sekaligus: Qatar, Suriah, Lebanon, Tunisia dan Gaza. Ketua Badan Diplomasi dan Pembinaan Luar Negeri DPP PKS, Dr. H. Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A., menegaskan bahwa tindakan Israel tersebut merupakan eskalasi konflik yang sangat berbahaya dan dapat memicu ketegangan regional yang lebih luas di Timur Tengah.
“Serangan Israel ke Qatar dan negara-negara lain bukan hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam stabilitas kawasan dan perdamaian dunia. PKS memandang ini sebagai agresi militer yang harus dihentikan segera,” tegas Syahrul Aidi.
Serangan paling mengejutkan terjadi pada Selasa (9/9) ketika Israel meluncurkan serangan udara di Doha, Qatar, menargetkan para pemimpin Hamas yang tengah membahas gencatan senjata. Sedikitnya enam orang tewas dan sejumlah warga sipil terluka. Qatar mengecam tindakan ini sebagai agresi brutal dan pelanggaran kedaulatan negara. Tak hanya Qatar, serangan Israel juga meluas ke Suriah, Lebanon, dan Gaza.
Israel menyerang beberapa lokasi militer strategis di Latakia, Homs, dan Palmyra Suriah menghantam instalasi pertahanan udara dan infrastruktur militer. Serangan drone Israel menargetkan sebuah kendaraan yang diduga membawa anggota Hezbollah di dekat Jiyyeh, selatan Beirut, Lebanon melukai sejumlah orang. Israel menyerang dengan drone kapal Global Sumud Flotilla di perairan Tunisia. Israel juga meningkatkan serangan udara dan darat di kota Gaza, menginstruksikan ribuan warga sipil untuk mengungsi dari distrik Rimal menuju zona kemanusiaan.
DPP PKS mendesak Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk melakukan Tindakan nyata terhadap Israel.
“Pemerintah Indonesia harus memberikan sikap keras serangan Israel terhadap Qatar, Suriah, Lebanon, dan Gaza melalui forum PBB dan OKI. meminta Dewan Keamanan PBB mengambil langkah konkret untuk menghentikan agresi Israel dan melindungi kedaulatan negara-negara yang diserang. Seluruh elemen bangsa Indonesia harus melakukan tindakan lebih aktif menggalang dukungan diplomatik bersama negara-negara ASEAN, OKI, parlemen dunia dan Gerakan Non-Blok untuk menekan Israel serta memperkuat bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina dan masyarakat sipil yang terdampak di Qatar, Suriah, dan Lebanon.”
“Indonesia tidak boleh bersikap netral terhadap pelanggaran kedaulatan dan kemanusiaan ini. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar dan pendukung kemerdekaan Palestina, Indonesia harus berdiri di garda terdepan membela keadilan dan perdamaian,” tambah lulusan Al Azhar Mesir ini.
PKS menegaskan komitmennya untuk terus mendukung diplomasi internasional, membela hak-hak rakyat Palestina, serta mendorong penghentian agresi militer Israel di kawasan Timur Tengah.