Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Ateng Sutisna Dorong Pemerintah Percepat Konversi Sampah Plastik Jadi BBM Alternatif

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (09/09) — Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna, menilai rencana Kementerian ESDM untuk menargetkan produksi bahan bakar minyak (BBM) dari sampah, khususnya plastik hingga 610 barel per hari pada tahun 2026 merupakan terobosan yang harus segera diwujudkan.

Menurutnya, langkah ini sangat relevan di tengah dua persoalan besar bangsa terkait timbunan sampah plastik dan kebutuhan energi yang terus bertambah.

“Kalau sampah plastik bisa dikonversi menjadi BBM, ini bukan hanya soal energi, tapi juga solusi lingkungan hidup,” ujar Ateng.

Ia mencontohkan inovasi yang sudah dilakukan di Banjarnegara melalui teknologi PETASOL, di mana sampah plastik berhasil diolah menjadi bahan bakar minyak yang dapat digunakan untuk kendaraan bermotor maupun mesin diesel.

“Teknologi ini sudah terbukti bisa jalan di lapangan. Tugas pemerintah adalah memperluas skala, memberi insentif bagi inovator, dan mempercepat regulasi agar bisa dimanfaatkan secara nasional,” tegasnya.

Menurutnya, jika program ini dikelola serius, Indonesia tidak hanya bisa mengurangi ketergantungan pada impor migas, tetapi juga mendorong kemandirian energi hingga ke daerah-daerah.

“Kalau setiap kabupaten punya fasilitas pengolahan sampah plastik menjadi BBM. Masalah sampah teratasi, masyarakat punya sumber energi baru, dan biaya transportasi bisa ditekan,” tambah Ateng.

Ateng juga menyoroti rencana pemerintah yang akan menggabungkan tiga Perpres terkait pengelolaan sampah. Menurutnya, langkah ini penting agar ada satu payung hukum yang jelas bagi Satgas Waste to Energy sehingga program konversi sampah menjadi BBM dapat berjalan lebih efektif.

Karena itu, Ia juga mendesak pemerintah untuk segera menindaklanjuti target Kementerian ESDM dengan langkah nyata di lapangan, mulai dari pembangunan infrastruktur, dukungan riset, hingga skema kemitraan dengan daerah dan swasta.

“Jangan sampai wacana ini hanya berhenti di atas kertas. Harus ada roadmap yang jelas, timeline yang ketat, dan komitmen anggaran yang kuat. Sampah plastik bisa menjadi sumber daya yang dapat dikelola dengan benar,” pungkasnya.