Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Desak Pergantian Kepala BRIN Segera, Legislator PKS: Kinerjanya Sangat Mengecewakan!

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (02/02) — Anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto mendesak pergantian Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko. Desakan ini senada dengan hasil keputusan rapat Komisi VII DPR RI dengan BRIN pada Senin (30/01), dimana Pimpinan serta Peserta Rapat memutuskan dilakukannya audit khusus terhadap pagu anggaran BRIN Tahun Anggaran 2022 oleh BPK, dan juga mendesak Pemerintah untuk segera mengganti Kepala BRIN.

Desakan pergantian Kepala BRIN tersebut menurut Rofik dilatarbelakangi oleh kinerjanya yang mengecewakan sehingga tidak dapat mengoptimalkan sumberdaya BRIN, terlebih dengan total anggaran hingga 6,4 triliun.

“Kepala BRIN yang sekarang ini kurang memiliki kapasitas untuk mengelola BRIN ini sebagai lembaga riset nasional unggulan nasional dan kurang memahami amanat dan misi lembaga BRIN,” ujar Rofik.

Rofik menjelaskan setelah peleburan lembaga riset menjadi BRIN melalui UU No. 1 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, BRIN telah menjadi lembaga satu pintu dari aspek pengembangan teknologi dan aplikasinya. Artinya kegiatan riset dan penelitian tidak boleh hanya berhenti di atas kertas penelitian saja ataupun berupa teori saja tapi tersampaikan hasilnya dan dinikmati oleh masyarakat.

“Terbukti menurut catatan di tahun 2022 jumlah artikel ilmiah internasional yang terpublikasi adalah sebanyak 3862. Ini lebih besar dari target sebesar 2691 artikel. Namun sayangnya dari aspek penerapan dan inovasi belum berhasil,” jelas Anggota DPR RI Fraksi PKS tersebut.

Lebih lanjut Rofik menjelaskan dari target 125 jumlah inovasi yang dapat dinikmati oleh badan usaha atau industri, hanya terealisasi kurang dari 50% yaitu sebanyak 62 inovasi. Lembaga BRIN belum menunjukkan kinerja yang maksimal dalam berkontribusi kepada sektor industri dan masyarakat.

“Publikasi ilmiah tentu sangat penting, tapi apa artinya kalau tidak dapat dimanfaatkan hasilnya secara maksimal oleh masyarakat,” imbuh anggota DPR Dapil Jateng VII tersebut.

Rofik menilai BRIN menghadapi permasalahan yang bersumber dari proses peleburan lembaga penelitian dan riset yang tidak berjalan mulus sehingga penataan dari sisi SDM belum menghasilkan kinerja yang maksimal. Bahkan terdapat ratusan peneliti yang kehilangan pekerjaan karena tidak tertampung di BRIN.

“Bahkan peneliti yang sudah atau masih bergabung dalam BRIN juga mengalami kendala riset, karena kurangnya working space serta yang lebih parah lagi sulitnya peneliti mendapatkan pendanaan untuk risetnya.” Katanya

“Akibat dari salah urus BRUN, hari ini cukup banyak pegawai dan peneliti BRIN yang mengajukan pensiun dini, BRIN sudah kehilangan focus” Tegas Rofik