Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

DPR: Cegah Stunting Erat Kaitannya dengan Indonesia Emas 2045

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (01/11) — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Sosialisasi dan Kie Program Bangga Kencana dan Pencegahan Stunting bersama Mitra Kerja di Provinsi DKI Jakarta.

Hadir dalam kegiatan ini, Anggota Komisi IX DPR RI Dr Kurniasih Mufidayati, Kepala Bidang Penggerakan dan Ketahanan Keluarga Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta Ibni Sholeh dan Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan BKKBN Edi Setiawan di Masjid Al-Istiqomah, Tanah Abang, Jakarta Ahad (30/10/2022).

Kurniasih dalam kesempatan tersebut mengingatkan kembali tentang Indonesia Emas 2045 hanya akan bisa dicapai dengan hadirnya generasi yang bebas stunting.

“SDM unggul yang akan mengisi pos-pos di Indonesia Emas 2045 adalah mereka yang hari ini sedang dalam tumbuh kembang. Sehingga sangat erat kaitannya antara dipercepatnya program pengentasan stunting bagi anak untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045,” sebut Kurniasih.

Kurniasih juga mengajak kepada siapa saja yang ada di Jakarta untuk terus peduli kepada lingkungannya. Ia berharap ada pengawasan bagi tetangga yang dicurigai memiliki anak dalam kondisi stunting.

“Jadi bapak ibu juga harus berperan. Caranya bagaimana? caranya cari anak-anak usia balita di wilayah bapak ibu dan pastikan kondisinya. Jika kondisinya stunting bisa segera lapor ke Puskesmas terdekat. Ini bentuk kepedulian kita,” papar dia.

Ibni Sholeh menambahkan pengawasan stunting dimulai sejak hari pertama kehamilan hingga dua tahun setelah kelahiran atau kerap disebut Seribu Hari Pertama Kehidupan.

“Maka penting ibu untuk memberi ASI selama dua tahun penuh ya. Ini merupakan anjuran dari sisi kesehatan dan ternyata juga dikuatkan dari sisi keagamaan,” ujarnya.

Edi juga menambahkan, BKKBN adalah lembaga yang diamanahkan oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai leading sector dalam pemberantasan stunting di Indonesia.

“Prevalensi stunting kita masih berkisar 28 persen artinya 3 dari 10 anak di Indonesia masih stunting. Bapak Presiden memerintahkan agar pada 2024 angka stunting kita sudah 14 persen. Untuk itu kita semua butuh bersinergi baik BKKBN dengan kelompok masyarakat,” papar dia.