Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Desak Pemerintah Antisipasi Harga Gabah Tak Anjlok, Aleg PKS: Lindungi Petani melalui Harga Gabah!

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Sumbawa (13/03) — Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan merasa prihatin dengan anjloknya harga gabah ditingkat petani menjelang panen raya, dimana kebijakan yang diatur pemerintah ternyata belum bisa membuat petani meraih keuntungan akibat harga gabah selalu anjlok ketika masa panen raya.

Untuk itu, Johan mendesak pemerintah segera mengantisipasi agar harga gabah tidak anjlok dengan cara memberikan perlindungan harga gabah yang dapat menguntungkan petani.

“Saya minta pemerintah dapat memastikan harga gabah di lapangan sesuai dengan harapan petani agar petani mendapat keuntungan, tolong berikan perlindungan kepada petani melalui perlindungan harga gabah, sesuai dengan amanat undang-undang perlindungan petani” tegas Johan. 

Wakil Rakyat dari dapil NTB 1 ini telah banyak menerima keluhan dan aspirasi dari petani soal penurunan harga gabah menjelang panen raya akhir maret ini, banyak petani khawatir dan bingung akibat harga sudah anjlok sebelum mereka panen.

“Situasi ini harus jadi perhatian pemerintah, jangan biarkan petani tidak berdaya Ketika mereka panen, pemerintah harus hadir melindungi petani dengan kebijakan perlindungan harga gabah” ucap Johan.

Selanjutnya Johan memberikan pandangannya agar dari sisi kebijakan harga gabah dapat berfungsi sebagai alat untuk melindungi petani.

“Harus ada evaluasi kebijakan HPP untuk gabah baik GKP atau GKG sudah seberapa jauh mampu memberi perlindungan kepada petani sebab kebijakan tersebut seringkali tidak menjadi referensi harga terendah bagi pelaku pasar” cetus Johan.

Johan menilai kebijakan harga gabah sangat penting pengaruhnya terhadap upaya peningkatan produksi padi serta stabilitas pasokan dan harga beras.

Untuk itu, politikus PKS ini menekankan agar pemerintah lebih serius mengimplementasikan kebijakan untuk membeli gabah petani sesuai harga pembelian yang ditetapkan pemerintah supaya petani mendapat kepastian harga dan pasar.

“Harus ada instrument kebijakan yang lengkap terkait gabah ini, mulai dari menetapkan harga gabah, membeli gabah, mengelola stok gabah, mengisolasi pasar dari gejolak harga, mengatur distribusi dan memberikan insentif kepada petani agar lebih giat berproduksi” urai johan.

“Saya minta pemerintah terus mengkaji struktur pasar dari komoditas gabah dan komoditas beras, sebab jika struktur pasar kedua komoditas ini bersaing sempurna maka kenaikan harga beras akan diikuti kenaikan harga gabah di tingkat petani, namun jika bukan pasar bersaing sempurna maka kenaikan harga beras tidak akan berpengaruh banyak terhadap perubahan harga gabah di tingkat petani. hal ini penting agar instrumen kebijakan pemerintah sesuai dengan realitas pasar yang dihadapi petani demi terciptanya kesejahteraan petani yang lebih baik” demikian tutup Johan Rosihan.