Samarinda (20/10) — Menemui tokoh-tokoh umat selepas kajian kitab Hadrotusy Syaikh Hasyim Asy’ari di Kantor DPW PKS Kalimantan Timur (16/10/2021), Aus Hidayat Nur mengajak agar sama-sama mengantisipasi dampak pemindahan Ibukota Negara ke Kaltim.
“Bagaimanapun pindahnya IKN ini akan memunculkan culture shock atau keterkejutan budaya,” ingatnya di hadapan tokoh-tokoh umat dari 10 kecamatan di Samarinda.
Kyai Aus, demikian biasa disapa, menjelaskan bahwa di antara yang perlu diantisipasi dari proses pemindahan IKN adalah sikap pemerintah terhadap agama.
“Kalau sikap para pemimpin yang memindahkan IKN ini terhadap agama masih seperti yang kita saksikan saat ini, bahkan cenderung berorientasi diktator, maka IKN ini akan menjadi musibah bagi masyarakat Kaltim. Karena tidak menutup kemungkinan hanya menguntungkan pihak-pihak oligarki, para pemodal, yang terus memeras kekayaan rakyat dan alamnya,” ungkapnya.
“Kita punya lagu Indonesia Raya yang sesungguhnya mewakili nilai-nilai Islam. Di situ ada lirik Bangunlah jiwanya Bangunlah badannya. Ketika membangun, maka membangunnya berorientasi kepada nilai. Makanya bangunlah jiwanya. Dan itu didahulukan dari bangunlah badannya. Cuma sayang pemerintah Jokowi ini berorientasi kepada membangun badan daripada membangun jiwa. Yang diutamakan kereta cepat, dulu bilangnya tidak pakai uang APBN, sekarang ternyata pakai uang APBN. Uang APBN itu uang rakyat,” tambahnya memberikan contoh.
Anggota DPR RI Dapil Kaltim ini menjelaskan bahwa baik-buruknya pembangunan IKN ini sangat tergantung pada pemimpin yang memindahkannya.
“Kalau pemimpinnya masih seperti ini, maka kita khawatir hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu,” tegasnya.
“Antisipasinya, kita perlu menyiapkan pemimpin shalih yang akan memimpin Indonesia. Misalnya Habib Dr. Salim, Ketua Majelis Syuro PKS, yang pernah menjadi Dubes RI untuk Arab Saudi dan Menteri Sosial. Sehingga bila IKN pindah, maka akan berdampak baik bagi masyarakat Kaltim, karena pemimpin yang shalih akan komitmen membangun jiwa dan menjaga kemuliaan penduduk suatu daerah,” pungkasnya.