Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Bertemu Kader PKS Timur Tengah, HNW: Berpolitik Penting Berpegang pada Nilai dan Hadirkan Demokrasi Substansial

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

 

Jakarta (20/09) — Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, mengingatkan para kader Partai khususnya PKS, agar terus menghadirkan kontribusi untuk kehidupan demokrasi yang lebih substansial, antara lain dengan menjaga konsistensi menjalankan nilai-nilai utama dalam menjalankan aktivitas politik.

“Bagi Partai Politik, apalagi seperti PKS yang Partai Islam Rahmatan lil aalamin, berpolitik juga berarti menyebarkan dan memperjuangkan nilai kebajikan sehingga berpolitik bisa jadi bagian dari berdakwah, dan oleh karenanya tidak mungkin dapat berhasil tanpa adanya konsistensi dalam orientasi kebaikan, baik konsistensi dalam nilai dan gagasan maupun konsistensi dalam aksi dan program. Penting bagi kader PKS khususnya agar menjaga karakter perjuangkan kebajikan sebagaimana aktifitas dakwah yang menjaga konsistensi dalam kegiatan politiknya,” demikian disampaikan Hidayat dalam acara Kunjungan Virtual DPP PKS kepada para pengurus Pusat Informasi dan Pelayanan PKS di sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika (18/09/2021).

Wakil Ketua Majelis Syura PKS yang akrab dipanggil HNW ini mengingatkan bahwa Islam yang menjadi asasnya PKS banyak mengajarkan prinsip positif dan aksi dakwah yang disebutkan dalam Al-Quran, terutama dalam surah-surah kategori Makkiyyah (diturunkan sebelum peristiwa hijrah).

HNW mencontohkan di antaranya adalah surah Al-Kafirun yang selain ujungnya mengandung ajaran toleransi beragama, tetapi juga pedoman konsistensi dalam perjuangkan nilai dan aktifitas berdakwah.

“Karena surah ini diturunkan dengan latar belakang peristiwa tertentu yang masih relevan hingga sekarang, dimana Rasulullah SAW dirayu dengan bujukan berupa takhta, harta, dan wanita oleh kaum musyrikin Quraisy agar meninggalkan perjuangan dan memberhentikan dakwah Beliau. Bujuk rayu duniawi sedemikian itu juga sangat sering dijumpai di dunia politik sampai hari-hari ini. Namun seharusnya kita atau kader-kader PKS tidak perlu gamang, karena Rasulullah SAW sudah mencontohkan kepada kita bagaimana sukses menghadapi segala rintangan dan rayuan seperti itu, dengan tetap waspada, jaga niat, agar dapat konsisten menjaga keberlanjutan dakwahnya, dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai tauladannya. Prinsip-prinsip ada konsistensi dan ada toleransi, hal yang tetap relevan yang tetap bisa kita terapkan dalam kegiatan politik kita yang penuh lika-liku dan dinamika, dengan tetap menjaga konsistensi nilai dan substansi perjuangan politik, konsisten dari sisi waktu yang diberdayakan maupun juga konsisten kepada pihak yang menerima dakwah dan program kita,” tegas HNW.

Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta II yang meliputi konstituen Luar Negeri ini juga menegaskan bahwa justru dengan konsistensi menjaga nilai-nilai positif itulah yang dapat membuahkan hasil positif yang konkret dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam aktivitas politik.

“Tentu konsistensi kita dalam berdakwah dan berkegiatan bukan hanya akan mengundang keridhaan Allah SWT, tetapi juga akan menghadirkan maslahat kekinian, bahkan simpati bahkan dukungan dari pihak yang menerima dakwah dan program kita. Apalagi dalam dunia demokrasi kita ini, suara satu orang yang simpati akibat konsistensi kita, sangatlah berarti, maka konsistensi memegangi prinsip-prinsip dakwah semakin dipentingkan demi menghadirkan maslahat dan manfaat serta perubahan nyata secara luas, agar mereka yang tadinya antipati menjadi simpati, mereka yang tadinya islamofobia menjadi paham kebaikan Islam, mereka yang pasif menjadi aktif membela Islam, bahkan mereka yang dulu enggan mendukung partai Islam bisa jadi berubah memilih partai Islam, itulah buah dari konsistensi yang menghasilkan beragam bentuk perubahan positif bagi masyarakat luas,” jelas HNW.

Oleh karenanya HNW berpesan agar kader PKS menjaga konsistensi nilai dalam mengelola dakwah demi berkontribusi menghadirkan demokrasi yang substansial, yang menerapkan Istiqomah perjuangkan maslahat Umat, keadilan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, dengan cara-cara positif yang diajarkan Islam, yang pasti sesuai dengan aturan perundangan. Sebagaimana juga diamanatkan dalam surah An-Nahl ayat 125-136, pertahankan lah berdakwah dan berkegiatan dengan kebijaksanaan, ungkapan yang positif, dan argumentasi yang mumpuni.

“Kebijaksanaan kita dapat berupa doa tulus dan kesabaran kita di tengah masyarakat, termasuk untuk pendukung dan bahkan untuk kompetitor kita. Kemudian tidak kalah penting adalah bijaksana dalam memaksimalkan potensi yang tersedia di sekitar kita demi tersampaikannya dakwah dan program kita, tentu dengan menggunakan ungkapan dan penyampaian yang terhormat pula, bukan dengan cara dan ungkapan yang kasar atau melanggar hukum,” pungkasnya.

Selain itu, lanjut HNW, kita juga dituntut untuk berpartisipasi memperjuangkan visi misi Partai dengan adu argumentasi yang sering kali diperlukan hadir dalam dakwah dan kegiatan politik kita, tetapi Al-Quran sudah menggariskan prinsip bahwa itu dilakukan dengan cara yang baik dan bijak, yang berbekal keberanian, ilmu, dan wawasan yang kuat, dan di sinilah pentingnya kader PKS memperdalam spesialisasi ilmunya masing-masing agar menghadirkan argumentasi yang positif tersebut.

“Semua itu adalah ajaran Islam untuk kita terapkan dalam mengelola dakwah dan kegiatan kita secara konsisten, agar politik kita benar-benar maksimal dalam menghadirkan manfaat luas dan berkelanjutan, baik untuk masyarakat Indonesia di dalam maupun di luar negeri. Sehingga visi dan misi PKS untuk menjadi pelopor mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, dapat direalisasikan oleh para Kadernya,” tutup HNW.