Depok (04/08) — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Nur Azizah Tamhid, mengatakan bahwa peningkatan kasus positif Covid serta penerapan PPKM Darurat yang di perpanjang hingga 25 Juli telah melumpuhkan banyak sektor. Tidak terkecuali sektor Ekonomi dan Pendidikan.
“Para pedagang kecil yang umumnya mengandalkan penghasilan harian, dengan diberlakukannya PPKM Darurat ini terkena imbasnya, karena pembatasan membuat mereka harus berhenti berdagang”, ungkap Nur Azizah.
Dalam rangkaian reses Anggota DPR RI Masa Persidangan V tahun 2020-2021, Nur Azizah bertemu dan menyerap aspirasi para pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Depok serta perwakilan pengurus Majelis Taklim di Kota Depok.
Kegiatan yang di gelar di kediaman Furqon, salah satu pengurus APPSI di Palsigunung, Kelurahan Tugu, Cimanggis – Depok pada Sabtu (17/07/2021).
Pada kesempatan ini Nur Azizah turut membagikan sembako untuk para pedagang kecil yang tedampak Covid-19, serta para pembina Majelis taklim yang ada di dalam lingkungan Pasar Pal, Tugu, Depok.
Nur Azizah menambahkan, selain efek dari Covid berimbas pada pendapatan para pedagang kecil, para pembina majelis taklim juga merasakannya.
Sebagaimana diungkapkan Nursamsi, Ketua MT Al-Khairiyah, Pasar Pal, Tugu. Ia menyebutkan, bahwa pembatasan aktivitas di masjid dan mushola berdampak pada terhentinya syiar yang rutin di selenggarakan Majelis Taklim binaannya.
Baca juga: Terima Masukan Aspirasi Assesmen Nasional, Aleg PKS: Selamatkan Pendidikan!
“Tentu semasa Covid ini masjid dan mushola jadi sepi, kegiatan pengajian dibatasi karena tidak boleh menimbulkan kerumunan. Memang di beberapa tempat ada yang sudah rutin mengalihkan kajian melalui sarana daring. Namun hal itu tidak bisa dirasakan oleh masyarakt di sini. Karena keterbatasan ilmu, kemampuan mengoperasikan HP dan media sosial untuk melakukan kajian online, kami tidak bisa menyelenggarakan kajian online, seperti banyak sekarang lewat Zoom Meeting. Kebanyakan masyarakat di sini gak bisa. Jadi selama pandemi ini apalagi sekarang ada PPKM, kegiatan majelis taklim mati total. Sangat disayangkan”, papar Nursamsi.
Nur Azizah turut berpesan bahwa PKS yang merupakan partai rahmatan Lil Alamin, seluruh kader sudah seharusnya hadir untuk dapat menuntaskan problematika di masyarakat.
“Di Kota Depok ini khusunya di Kelurahan Tugu, ada 6 orang Aleg DPR RI dari PKS yang berdomisili di sini, semua tersebar dari berbagai dapil seluruh Indonesia, dan saya sendiri dapilnya memang di sini. Artinya sudah seharusnya, Kelurahan Tugu yang kita tau cukup padat ini selalu diperhatikan oleh kader-kader PKS Depok. Masyarakat Tugu menjadi bagian tidak terpisahkan dari kerja-kerja para kader PKS”, papar Nur Azizah.