Tasikmalaya (08/07) — Anggota Komisi I DPR-RI asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Toriq Hidayat, menyampaikan rasa prihatin terhadap warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang terinfeksi Covid-19 diseluruh dunia.
Dalam Rapat Panja, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementrian luar Negeri RI menyampaikan bahwa hingga hari ini (07/07/20) jumlah WNI di luar negeri yang terinfeksi Covid-19 bertambah menjadi 1.136 orang.
“Kami, PKS, menyampaikan rasa prihatin dan turut berduka cita kepada WNI diluar negeri yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus Covid-19. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Alloh SWT. Hingga saat ini WNI yang meninggal dunia bertambah menjadi 77 orang, 311 orang dalam perawatan dan 748 orang dinyatakan sembuh. Semoga WNI yang dalam perawatan diberikan kesembuhan oleh Alloh SWT,” ungkap Toriq.
Kemlu RI dalam upaya pelindungan WNI di luar negeri telah melakukan Refocusing Diplomasi RI pada penanganan Covid-19. Yakni pertama pembentukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Kedua realokasi anggaran. Ketiga penguatan pelayanan dan pelindungan WNI di luar negeri. Keempat membuka akses kerjasama internasional untuk penanganan di dalam negeri. Dan yang kelima penguatan teknologi dan informasi.
“Hingga saat ini Kemlu RI telah menfasilitasi 123.319 orang WNI untuk pulang ke Indonesia. Jumlah ini termasuk diantaranya evakuasi WNI di Wuhan dan para ABK kapal Pesiar Diamond Princess. Kemlu RI juga telah menyalurkan 522.859 paket bantuan kepada WNI di seluruh dunia yang ekonominya terdampak Pandemi Covid-19”, ungkap Toriq berikan apresiasi atas kinerja Kemlu RI.
Dalam upaya penanganan Covid-19, Kemlu RI telah melakukan penguatan pelayanan informasi teknologi. Yakni melalui portal peduli WNI, aplikasi Save Travel dan sms blast Kemlu Ri berupaya memberikan informasi dan pelayanan bagi WNI diluar negeri terdampak Covid-19. Dengan Portal Peduli WNI, masyarakat Indonesia dapat melakukan lapor diri dan mengajukan permohonan dokumen penting, bahkan WNI bisa melaporkan kondisi darurat yang dialaminya kepada perwakilan RI tanpa harus datang ke kantor perwakilan.
“Dengan Aplikasi Save Travel, WNI dapat mengakses informasi dan notifikasi seputar negara tujuan terkait seperti: hukum atau kebiasaan setempat, perbedaan waktu, kondisi keamanan, pelayanan perwakilan RI dan bahkan serangkaian informasi, himbauan, saran dan peringatan kondisi pandemi Covid-19 di negara tersebut. Sedangkan SMS blast adalah layanan sms berisi informasi kontak dan lokasi perwakilan RI terdekat yang dikirim saat WNI sampai di negara tujuan” jelas Toriq.
Namun upaya pelayanan dan pelindungan WNI oleh Kemlu RI melalui pelayanan informasi teknologi menjadi tidak optimal ketika jumlah WNI yang menggunakan layanan ini hanya sedikit. Sebagai contoh Aplikasi save travel baru didownload oleh sekitar 50 ribu orang. Jumlah tersebut sangat kecil dibanding jumlah WNI yang berada di luar negeri yaitu sekitar 2 juta orang, sebagaimana yang disampaikan Kemlu RI.
“Kemlu RI harus segera mengevaluasi terkait cara mensosialisasikan aplikasi Portal Peduli WNI dan Aplikasi Save Travel selama ini kepada masyarakat. Kemudian dari hasil evaluasi tersebut Kemlu RI segera membuat cara mensosialisasikan yang efektif dan masif kepada masyarakat. Supaya kedepannya WNI diluar negeri dan masayarakat yang akan bepergian ke luar negeri menggunakan aplikasi tersebut sebagai salah satu pedoman pelindungan diri saat berada di negara lain. Sekaligus upaya menghentikan jumlah kasus WNI di luar negeri terinfeksi virus Covid-19,” pinta Toriq.