JawaPos.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana melakukan pembahasan RUU Pertembakauan. Meski banyak menyangkut nasib petani tembakau, pembahasan RUU ini harus dilakukan secara komprehensif mulai dari hulu hingga hilir.
“Pertimbangan RUU Pertembakauan hanya dari sisi petani saja, saya rasa kurang tepat,” ungkap Andi Akmal Pasluddin, anggota Komisi IV DPR RI dalam diskusi bertajuk Pro Kontra RUU Tembakau di kompleks Warung Daun, Cikini, Sabtu (28/5).
Menurutnya, pembahasan RUU tersebut harus dilihat dari hulu ke hilir. Sebab, dikatakannya, mengenai tembakau di situ ada juga kepentingan industri dan kesehatan.
“Harus dilihat dari hulu sampai hilirnya. Bukan hanya kepentingan petani, tapi juga ada kepentingan industri dan kesehatan,” ujarnya.
Ia berpandangan bahwa peran petani dalam persoalan pertembakauan hanya mengisi bagian hulunya saja. Padahal, pada bagian hilirnya ada industri dan dampak kesehatan dari penggunaan tembakau.
Untuk itu, masalah RUU ini sebaiknya diserahkan kepada Badan Legislasi DPR. Selama pembahasan, masyarakat harus dilibatkan untuk memberikan masukan dan pertimbangan.
“Mudah-mudahan dengan adanya RUU pertembakauan ini, bisa mengharmonisasi undang-undangan yang saling tumpang tindih,” pungkasnya.
(uya/JPG)
Sumber: Jawapos.com