Jakarta (22/09) — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Johan Rosihan, meminta pemerintah mengukur keberhasilan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berdasarkan dampaknya terhadap keterjangkauan harga beras. Menurutnya, evaluasi kebijakan perlu menghubungkan volume beras yang disalurkan dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Johan dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna ke-6 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/09).
Menanggapi rencana kelanjutan intervensi beras SPHP pada Oktober–Desember 2026, Johan menyebut stok beras sekitar 4,6 juta ton cukup kuat untuk mendukung pelaksanaannya. Dengan kondisi tersebut, ia mengajak Bulog, pemerintah, dan Badan Pangan Nasional meningkatkan ukuran keberhasilan kebijakan.
“Jangan hanya kita menghitung berapa beras yang kita keluarkan dari gudang, tetapi kita harus berani menggunakan satu data sederhana. Misalnya, setiap 100 ribu ton beras SPHP yang kita keluarkan, berapa penurunan harga beras per kilogram di pasar,” ujar Anggota DPR RI Dapil NTB I tersebut.
Johan menilai pengukuran tersebut diperlukan untuk melihat hubungan antara penggunaan anggaran negara, tonase beras yang disalurkan, dan harga yang dibayar masyarakat. Dengan demikian, evaluasi program dapat menunjukkan sejauh mana intervensi pemerintah membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau.
“Tonase beras yang kita keluarkan itu adalah ukuran kinerja pemerintah, tetapi harga beras yang terjangkau itu adalah ukuran kebermanfaatan dari kebijakan pangan kita,” tegasnya.
Ia turut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keterjangkauan beras bagi konsumen dan kelayakan harga bagi petani. Johan berharap kebijakan pangan mampu memberikan manfaat bagi kedua pihak.
“Saya ingin ketika masyarakat kita membeli beras, mereka tersenyum karena harganya bisa terjangkau. Tetapi di satu sisi, ketika petani kita panen, mereka juga tersenyum karena harganya itu juga layak untuk mereka dapat,” tuturnya.