Jakarta (21/09) — Penguatan akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) didorong Jalal Abdul Nasir, Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI Fraksi PKS, dalam kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur, Kamis (17/9/2026).
Melalui kegiatan uji petik tersebut, pelaksanaan pemutakhiran data serta mekanisme usul dan sanggah ditelaah. Langkah itu dilakukan agar subsidi dan bantuan sosial dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria.
Berbagai masukan dihimpun dari pemerintah daerah, Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik, serta Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah. Kondisi di tingkat daerah turut dipelajari sebagai bahan penyempurnaan sistem secara menyeluruh.
Menurut Jalal, kualitas data perlu terus diperkuat supaya warga yang berhak tidak terlewat, sedangkan masyarakat yang belum memenuhi ketentuan dapat ditempatkan secara tepat. Dengan demikian, keadilan dalam penyaluran program pemerintah dapat semakin diwujudkan.
Mekanisme usul dan sanggah juga diharapkan dibuat semakin mudah, transparan, dan dapat ditelusuri. Setiap koreksi dari masyarakat perlu diverifikasi secara cermat agar perubahan kondisi sosial ekonomi dapat segera tercatat.
Keterpaduan sistem digital antarlembaga dinilai penting untuk didorong. Melalui pertukaran data yang aman dan konsisten, masyarakat diharapkan tidak perlu mengajukan perbaikan yang sama kepada banyak instansi.
Legislator PKS tersebut berharap hasil uji petik dapat digunakan untuk memperkuat tata kelola DTSEN. Data yang akurat dan selalu diperbarui diyakini mampu mendukung program pemerintah agar semakin efektif, efisien, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi masyarakat.