Jakarta (02/09) — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Surahman Hidayat, mendukung langkah Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam memperkuat pembinaan dan pengawasan produk halal di berbagai destinasi wisata Indonesia. Kepastian halal dinilai dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, sekaligus menjadi nilai tambah bagi kualitas layanan pariwisata nasional.
“Jaminan produk halal penting untuk memberikan kepastian kepada wisatawan, khususnya wisatawan Muslim yang membutuhkan produk halal. Karena itu, upaya BPJPH memperkuat pembinaan dan pengawasan di destinasi wisata perlu kita dukung,” ujar Surahman Hidayat.
Menurut Surahman, Bali sebagai salah satu destinasi wisata internasional perlu memberikan informasi halal yang jelas dan mudah diakses. Pelaku usaha yang telah memperoleh sertifikat halal perlu memastikan informasi dan label halal dapat dilihat serta mudah diverifikasi konsumen.
“Kalau sudah bersertifikat halal, informasinya harus dipasang dan terlihat jelas. Jangan sampai konsumen harus mencari-cari sendiri. Kepastian informasi seperti ini penting untuk membangun kepercayaan dan kenyamanan wisatawan,” tegasnya.
Surahman menilai jaminan halal tidak berhenti pada pencantuman label. Sertifikasi halal mendorong pelaku usaha untuk menjaga bahan yang digunakan, proses produk halal, kebersihan, serta ketertelusuran produk dan layanan.
“Halal bukan sekadar soal label. Ada proses yang harus dijaga, mulai dari bahan yang digunakan, proses produksi, sampai kebersihan dan ketertelusuran produk. Ini pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan pariwisata kita,” ujarnya.
Karena itu, Surahman mendorong BPJPH menyusun pemetaan pelaku usaha pariwisata dan kuliner yang telah bersertifikat halal di destinasi prioritas. BPJPH juga perlu memperluas pembinaan bagi usaha mikro dan kecil serta memastikan pengawasan informasi halal dilakukan secara konsisten.
“Pembinaan harus membantu pelaku usaha, khususnya UMK kuliner dan jasa wisata, agar mampu memenuhi ketentuan sertifikasi halal tanpa menghadapi hambatan yang tidak perlu. Pengawasan juga harus memastikan sertifikat dan label halal benar-benar memberi kepastian bagi konsumen,” katanya.
Surahman berharap kepastian halal menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan pariwisata Indonesia dan penguatan daya saing usaha lokal di tengah persaingan global.
“Indonesia memiliki potensi besar menjadi destinasi yang ramah bagi wisatawan Muslim. Kepastian halal harus menjadi salah satu kekuatan pariwisata Indonesia, dengan tetap menjaga pelayanan yang inklusif dan nyaman bagi seluruh wisatawan,” pungkas Surahman Hidayat.