Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Slamet Terima Aspirasi IKA FKH IPB: Swasembada Protein Hewani Perlu Ditopang Kesehatan Hewan dan Penguatan Profesi Dokter Hewan

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (02/09) — Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet, menyambut positif aspirasi Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IKA FKH IPB) terkait penguatan ketahanan pangan sektor protein hewani. Menurutnya, swasembada tidak cukup hanya mengejar produksi, tetapi juga harus ditopang kesehatan hewan, kemandirian teknologi, serta penguatan profesi dokter hewan.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama IKA FKH IPB bertema “Ketahanan Pangan untuk Sektor Protein Hewani” di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

“Swasembada protein hewani tidak boleh hanya dilihat dari angka produksi. Kita juga harus melihat konsumsi masyarakat, pemerataan distribusi, serta ketergantungan terhadap pakan, bibit, dan teknologi dari luar,” ujar Slamet.

Ia mendorong penguatan riset genetika ternak lokal, seperti sapi lokal, domba Garut, dan ayam kampung unggul, melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, alumni, dan pelaku usaha.

Menurut Slamet, kesehatan hewan merupakan fondasi ketahanan pangan nasional. Merebaknya kembali Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada 2022 menjadi pelajaran bahwa gangguan kesehatan hewan dapat berdampak langsung terhadap produksi, perdagangan, dan kesejahteraan peternak.

“Kesehatan hewan menentukan keamanan pangan dan produktivitas peternakan. Ketahanan pangan kemudian menopang ketahanan sosial dan pada akhirnya menjadi bagian dari ketahanan nasional,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong agar aspek kesehatan dan keamanan pangan asal hewan mendapat ruang yang lebih kuat dalam agenda legislasi, termasuk penguatan sistem pencegahan penyakit, biosekuriti, keamanan produk hewan, serta otoritas veteriner.

Slamet juga mendukung penguatan payung hukum pendidikan kedokteran hewan dan profesi dokter hewan. Menurutnya, tantangan saat ini bukan semata jumlah lulusan, tetapi distribusi dan orientasi keahlian agar lebih banyak dokter hewan terlibat dalam sektor produksi, kesehatan masyarakat veteriner, dan pengendalian penyakit.

“Dokter hewan tidak hanya dibutuhkan sebagai klinikus. Mereka juga harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan ternak, keamanan pangan asal hewan, dan produktivitas peternakan nasional,” ujarnya.

Slamet memastikan akan terus mengawal agenda tersebut melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan Komisi IV DPR RI, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan IKA FKH IPB dan seluruh pemangku kepentingan sektor protein hewani.