Surabaya (26/07) — Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Riset dan Inovasi yang digelar Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di Kebun Raya Mangrove Surabaya, Gunung Anyar, Sabtu (25/7/2026).
Festival yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya tersebut menampilkan berbagai hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi, kolaborasi dengan BRIDA, serta melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi (PRI), R. Hendrian.
Usai menghadiri kegiatan, Reni menilai Festival Riset menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem riset dan inovasi.
“Alhamdulillah hari ini saya menghadiri undangan Pemerintah Kota Surabaya melalui BRIDA dalam Festival Riset. Saya melihat kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah kota, perguruan tinggi, masyarakat, UMKM, hingga BRIN sehingga kegiatan ini berlangsung sangat meriah,” kata Reni, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Reni, berbagai stan yang menampilkan hasil penelitian dan teknologi menunjukkan bahwa riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi mulai diterapkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Ia menyebut salah satu contoh kolaborasi yang ditampilkan adalah pengembangan teknologi hasil kerja sama BRIDA dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), disertai berbagai inovasi dari sejumlah perguruan tinggi lainnya.
“Ini menunjukkan bahwa hasil riset mampu dihilirisasi dan diperkenalkan kepada masyarakat. Di sisi lain, UMKM juga mendapatkan ruang untuk berkembang melalui kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Reni juga mengapresiasi capaian Kebun Raya Mangrove Surabaya yang, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, memperoleh penghargaan sebagai kebun raya dengan percepatan pembangunan infrastruktur terbaik di Indonesia serta menempati peringkat kedua terbaik di antara kebun raya di Indonesia.
Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Surabaya, BRIDA, perguruan tinggi, masyarakat hingga para pemangku kepentingan lainnya.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang didukung seluruh stakeholder. Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Surabaya,” tuturnya.
Reni mengatakan Kebun Raya Mangrove memiliki posisi strategis karena merupakan satu-satunya kebun raya mangrove di Indonesia yang berfungsi sebagai kawasan konservasi, pusat penelitian, sarana edukasi, sekaligus destinasi wisata berbasis lingkungan.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki kekayaan spesies mangrove yang beragam serta fasilitas susur sungai yang terhubung dengan kawasan pesisir timur Surabaya sehingga memberikan nilai tambah bagi sektor pendidikan, penelitian, dan pariwisata.
“Di sini masyarakat bisa belajar tentang lingkungan, melakukan penelitian, menikmati wisata alam, sekaligus melihat bagaimana konservasi berjalan berdampingan dengan pembangunan,” katanya.
Sebagai mitra kerja BRIN, Reni menegaskan Komisi X DPR RI siap mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Surabaya dalam pengembangan riset dan inovasi.
Ia menjelaskan berbagai program BRIN dapat dikolaborasikan dengan kebutuhan daerah melalui BRIDA agar pengembangan Kebun Raya Mangrove semakin optimal.
“Kami akan berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Surabaya mengenai rencana strategis pengembangan ke depan. Nanti akan dipetakan program mana yang menjadi kewenangan pemerintah daerah dan mana yang dapat didukung pemerintah pusat melalui BRIN,” jelasnya.
Lebih lanjut, Reni berharap Kebun Raya Mangrove Surabaya terus berkembang sebagai pusat konservasi, pendidikan, penelitian, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan UMKM di kawasan tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan lingkungan hidup dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga.
“Saya berharap Kebun Raya Mangrove terus maju dan memberikan manfaat yang semakin luas, baik di bidang ilmu pengetahuan, konservasi, wisata, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui UMKM. Jadi, kalau ingin belajar sekaligus menikmati wisata alam, Kebun Raya Mangrove Surabaya adalah salah satu destinasi yang layak dikunjungi,” pungkasnya.
Festival Riset dan Inovasi yang diselenggarakan BRIDA Kota Surabaya menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset daerah melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Selain menjadi ajang diseminasi hasil penelitian, kegiatan tersebut juga memperkuat posisi Kebun Raya Mangrove Surabaya sebagai kawasan konservasi, pusat edukasi, laboratorium alam, dan destinasi wisata berbasis lingkungan.