Jakarta (14/07) — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono, mengapresiasi langkah pemerintah dalam menurunkan bunga kredit bagi petani serta harga solar non-subsidi. Ia menilai kebijakan tersebut perlu segera direalisasikan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha di sektor pangan dan perikanan.
Hal tersebut disampaikan Riyono dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna ke-25 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025/2026 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Riyono menyoroti rencana Presiden untuk menurunkan bunga kredit bagi petani dari 22 persen menjadi 8 persen yang akan disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Niat baik Presiden untuk menurunkan bunga kredit bagi para petani kita dari 22 persen menjadi 8 persen yang akan dilewatkan Koperasi Desa Merah Putih, ini langkah berani yang menurut saya memberikan efek pemerataan ekonomi sampai kepada masyarakat,” ujar Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VII tersebut.
Karena itu, Riyono mendorong agar kebijakan tersebut tidak berhenti pada rencana, tetapi segera direalisasikan sehingga petani dapat memperoleh akses pembiayaan dengan beban bunga yang lebih ringan.
“Kita dorong agar betul-betul direalisasikan sesegera mungkin,” tegasnya.
Selain pembiayaan petani, Riyono turut menyoroti penurunan harga solar non-subsidi dari sekitar Rp30 ribu menjadi Rp15 ribu per liter. Menurutnya, langkah tersebut dapat memberikan kepastian akses bahan bakar bagi pelaku usaha dan nelayan.
“Solar non-subsidi yang awalnya harganya Rp30 ribu per liter, sekarang menjadi Rp15 ribu. Ini adalah langkah berani untuk memberikan kepastian kepada teman-teman pengusaha dan teman-teman nelayan agar betul-betul mendapatkan akses bahan bakar minyak,” kata Riyono.
Riyono berharap berbagai kebijakan tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dan tepat sasaran sehingga mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya petani dan nelayan.