Jakarta (07/07) — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Johan Rosihan, mengingatkan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi musim kemarau guna menjaga keberlangsungan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal tersebut disampaikannya dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna ke-24 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025/2026 pada Selasa (07/07), di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Johan, awal musim kemarau merupakan fase yang sangat menentukan keberhasilan sektor pertanian. Perencanaan yang tepat sejak dini akan menjadi kunci untuk mencegah gangguan produksi akibat kekeringan maupun bencana kebakaran.
“Sekarang ini adalah masuknya musim kemarau. Nah, musim kemarau ini adalah awal perencanaan kita, apakah produksi kita dan ketahanan pangan kita akan berhasil atau tidak. Kalau kita salah mengelola perencanaan di awal musim kemarau, maka kekeringan akan terjadi dan kebakaran hutan bisa terjadi kapan saja,” kata Johan.
Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan memastikan berbagai aspek pendukung produksi pertanian berjalan optimal, terutama ketersediaan air melalui sistem irigasi serta kelancaran distribusi pupuk kepada petani.
“Dalam perencanaan memasuki awal musim kemarau ini kita harus memastikan bahwa irigasi kita berjalan baik, distribusi pupuk kita berjalan dengan baik sehingga kita bisa menjamin nanti, dalam kondisi apa pun, produksi kita tidak akan terganggu,” ujar Anggota DPR RI Dapil NTB I tersebut.
Johan menegaskan bahwa langkah antisipatif sejak awal musim kemarau merupakan bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian nasional sekaligus memastikan ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem.