Jakarta (19/06) — Ketua Fraksi PKS DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menerima audiensi dari Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah pada Kamis (18/06) di Ruang Rapat Pimpinan Fraksi PKS, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebangsaan. Audiensi menjadi ruang dialog antara kalangan akademisi dan legislatif untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu strategis yang tengah dihadapi bangsa.
Kharis menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah serta berbagai masukan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, pandangan dari kalangan akademisi memiliki peran penting dalam memperkaya perspektif pembuat kebijakan sehingga keputusan yang dihasilkan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami mengapresiasi silaturahim yang terjalin dengan Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Berbagai pandangan dan masukan yang disampaikan merupakan kontribusi berharga bagi upaya bersama membangun bangsa dan memperkuat kualitas kebijakan publik,” ujar Kharis.
Ia menegaskan bahwa DPR RI membutuhkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, agar proses legislasi, pengawasan, dan penganggaran dapat berjalan secara lebih komprehensif dan berbasis pada kajian yang mendalam.
“Kalangan akademisi memiliki perspektif yang sangat penting dalam melihat berbagai tantangan bangsa. Aspirasi dan pemikiran yang disampaikan hari ini tentu akan menjadi salah satu referensi dalam berbagai pembahasan kebijakan yang berlangsung di DPR RI,” lanjutnya.
Kharis juga menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan lembaga legislatif perlu terus diperkuat demi menghadirkan solusi terbaik bagi masyarakat.
“Kami berharap komunikasi dan kolaborasi antara DPR RI dengan perguruan tinggi dapat terus terjalin secara konstruktif. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara,” tutup Kharis.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara dunia akademik dan lembaga legislatif dalam rangka memperkuat proses pembangunan nasional melalui pertukaran gagasan, masukan, dan pemikiran yang konstruktif.