Jakarta (19/06) — Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menegaskan pentingnya penguatan peran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sebagai garda terdepan dalam membangun budaya literasi masyarakat Indonesia. Menurutnya, literasi merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa di masa depan.
“Perpusnas memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan budaya baca dan literasi masyarakat. Upaya memperkuat fungsi dan layanan perpustakaan perlu terus didorong agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Kurniasih di Jakarta, Jumat (19/6).
Kurniasih menilai kebutuhan penguatan literasi di Indonesia masih sangat besar, terutama di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan, sumber belajar, dan layanan perpustakaan. Karena itu, berbagai program pengembangan literasi perlu mendapatkan dukungan yang memadai agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.
Menurutnya, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang selama ini dijalankan Perpusnas telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi dan sosial di tingkat komunitas.
“Perpustakaan saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran masyarakat, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan komunitas. Karena itu, penguatan kapasitas perpustakaan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Politisi Fraksi PKS itu juga menekankan pentingnya penguatan digitalisasi literasi sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan era teknologi informasi. Menurutnya, masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan akses terhadap bahan bacaan, tetapi juga kemampuan untuk memilah, memahami, dan memanfaatkan informasi digital secara bijak.
“Digitalisasi literasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Kita perlu memastikan masyarakat memiliki akses terhadap sumber-sumber pengetahuan digital yang berkualitas sekaligus memiliki kecakapan dalam menyaring informasi yang beredar di ruang digital. Dengan begitu, literasi tidak hanya meningkat dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas,” ujarnya.
Menurutnya, digitalisasi menjadi langkah strategis untuk menjaga warisan intelektual bangsa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap khazanah pengetahuan Indonesia.
“Kita memiliki banyak naskah dan koleksi berharga yang perlu dilestarikan. Digitalisasi bukan hanya upaya menjaga warisan bangsa dari risiko kerusakan, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda, peneliti, dan masyarakat untuk mempelajari kekayaan intelektual Indonesia,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan layanan perpustakaan digital yang terintegrasi akan membantu memperluas akses masyarakat terhadap koleksi pengetahuan tanpa dibatasi faktor geografis, sehingga masyarakat di daerah terpencil dapat memperoleh layanan yang setara dengan masyarakat di perkotaan.
Kurniasih berharap penguatan Perpusnas terus menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan literasi, pengembangan perpustakaan daerah, serta transformasi layanan berbasis digital.
“Semakin kuat budaya literasi masyarakat, semakin besar pula peluang Indonesia untuk melahirkan generasi yang inovatif, produktif, dan mampu menjawab tantangan masa depan. Karena itu, penguatan peran Perpusnas merupakan investasi penting untuk kemajuan bangsa,” tutup Kurniasih.