Jakarta (02/06) — Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Ahmad Heryawan mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana evaluasi dan introspeksi terhadap arah perjalanan bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan nasional maupun global. Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan, simbol, atau sekadar seremoni tahunan. Pancasila harus terus dihidupkan dalam kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, kehidupan sosial, ekonomi, hingga budaya politik bangsa.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila hendaknya menjadi momentum untuk bertanya secara jujur kepada diri kita sendiri: sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah menjadi ruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Apakah kebijakan pembangunan sudah menghadirkan keadilan sosial? Apakah persatuan nasional semakin kokoh? Apakah demokrasi berjalan sesuai hikmat kebijaksanaan yang dicita-citakan para pendiri bangsa?,” ungkap Kang Aher saat diwawancara.
Lebih jauh, mantan Gubernur Provinsi Jawa Barat dua periode ini menilai Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari ketimpangan ekonomi, polarisasi sosial-politik, degradasi moral, korupsi, hingga disrupsi teknologi yang mengubah tatanan kehidupan masyarakat secara cepat. Oleh karena itu, Pancasila harus kembali diteguhkan sebagai kompas kebangsaan yang mampu menjaga arah pembangunan nasional agar tetap berpijak pada kepentingan rakyat dan cita-cita kemerdekaan.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri. Introspeksi bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kedewasaan sebuah bangsa. Pancasila mengajarkan kita untuk terus memperbaiki diri, memperkuat persatuan, serta menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI ini.
Selain itu, mantan Pjs Presiden PKS 2024 ini menekankan pentingnya keteladanan para pemimpin dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Di mana rakyat membutuhkan contoh nyata berupa integritas, kejujuran, keberpihakan kepada kepentingan publik, serta komitmen terhadap penegakan hukum yang adil.
“Pancasila akan hidup apabila para pemimpin memberikan teladan. Sebaliknya, Pancasila akan kehilangan makna apabila hanya menjadi retorika tanpa implementasi dalam tindakan dan kebijakan,” ujar Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Periode 2020–2025 ini.
Terakhir, anggota F-PKS DPR RI Periode 2024–2029 daerah pemilihan Jawa Barat 2 ini mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Oleh karena itu, kita berharap Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum kebangkitan nasional untuk memperkuat persatuan, memperbaiki kualitas demokrasi, dan menghadirkan pembangunan yang lebih berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Generasi muda Indonesia harus menjadi generasi yang modern, unggul, dan kompetitif, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila. Kemajuan teknologi harus memperkuat karakter kebangsaan, bukan justru mengikis identitas nasional. Pancasila adalah warisan luhur sekaligus amanah besar bagi bangsa ini. Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum evaluasi, introspeksi, dan penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, bermartabat, dan sejahtera,” demikian tutup Kang Aher.