Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Timwas Sidak Dapur 12 KM dari Hotel Jemaah, Pastikan Kualitas Makanan dan Distribusi Tepat Waktu

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Makkah (24/05) — Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur katering Almusafirun yang menyuplai konsumsi jemaah haji Indonesia di Hotel Al-Hidayah, Mekkah. Sidak dilakukan untuk memastikan kualitas makanan, higienitas, hingga ketepatan distribusi konsumsi bagi ribuan jemaah, mengingat jarak antara dapur dan hotel mencapai sekitar 12 kilometer.

Sidak dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Anggota Timwas Haji DPR RI Ansory Siregar bersama anggota Timwas lainnya, yakni Atalia Praratya, Ina Ammania, Wardatul Asriah, dan Nanang Samudra. Peninjauan dilakukan usai Timwas berdialog dengan jemaah Indonesia yang menginap di Hotel Al-Hidayah terkait kualitas layanan konsumsi selama di Tanah Suci.

Ansory menjelaskan, Hotel Al-Hidayah bekerja sama dengan enam dapur katering untuk memenuhi kebutuhan makan jemaah. Empat dapur berada di radius sekitar 2,5 kilometer dari hotel, sementara dua dapur lainnya berjarak cukup jauh, yakni sekitar 10 hingga 12 kilometer. Karena itu, Timwas memberi perhatian khusus terhadap dapur yang memiliki jalur distribusi paling panjang.

“Kami sengaja datang langsung ke dapur Almusafirun karena ini dapur dengan jarak distribusi paling jauh ke Hotel Al-Hidayah, sekitar 12 kilometer. Kami ingin memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan distribusi berjalan tepat waktu meskipun jaraknya cukup jauh,” ujar Ansory kepada Parlementaria saat melakukan sidak di Dapur Almusafirun, Mekkah, Rabu (20/5/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Timwas mengecek langsung proses produksi makanan, kebersihan area dapur, kesiapan tenaga kerja, hingga sistem pengemasan makanan sebelum didistribusikan ke hotel tempat jemaah menginap. Timwas juga berdialog dengan manajemen dapur terkait mekanisme pengiriman makanan agar tetap layak konsumsi saat diterima jemaah.

Ansory menegaskan bahwa faktor jarak tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia. Menurutnya, aspek higienitas dan ketepatan distribusi harus menjadi perhatian utama seluruh vendor katering.

“Kami mengapresiasi pelayanan yang sudah berjalan baik saat ini. Namun, mengingat jarak yang cukup jauh sekitar 12 kilometer, kami mengingatkan agar manajemen dapur senantiasa menjaga ritme kerja, ketepatan waktu distribusi, serta penerapan higienitas secara ketat. Jangan sampai di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena ini menyangkut hajat hidup dan kesehatan 4.000 jemaah kita,” tegas Politisi Fraksi PKS tersebut.

Selain melakukan pengecekan fasilitas dapur, Timwas DPR RI juga melakukan food tasting atau uji rasa terhadap menu yang akan disajikan kepada jemaah haji Indonesia. Tim mencicipi langsung nasi dan lauk-pauk yang diproduksi Dapur Almusafirun guna memastikan cita rasa sesuai dengan preferensi jemaah Indonesia.

“Hasil pengecekan kami, rasa makanannya cukup baik dan sesuai dengan lidah jemaah Indonesia. Ini penting karena konsumsi menjadi salah satu faktor penunjang kenyamanan jemaah dalam menjalankan ibadah,” kata Ansory.

Berdasarkan dialog Timwas dengan para jemaah di Hotel Al-Hidayah, layanan katering sejauh ini dinilai berjalan cukup baik dan lancar. Meski terdapat beberapa catatan kecil terkait penyesuaian rasa makanan, secara umum distribusi konsumsi tidak mengalami kendala berarti.

Melalui sidak tersebut, Timwas Haji DPR RI berharap seluruh vendor katering, baik yang berlokasi dekat maupun jauh dari hotel jemaah, dapat menjaga konsistensi kualitas layanan hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai. DPR RI menegaskan akan terus melakukan pengawasan langsung di lapangan guna memastikan pelayanan terhadap jemaah haji Indonesia berjalan optimal dan sesuai standar yang telah ditetapkan.