Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Riyono Caping: Subsidi Solar Harus Tetap Ada untuk Nelayan Kecil

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Trenggalek (07/05) — Gejolak energi dunia mulai berdampak pada sektor perikanan. Pengusaha perikanan tangkap skala besar dan menengah sejak akhir April sudah merasakan kenaikan harga solar nonsubsidi. Nelayan kecil juga terdampak karena ketersediaan solar yang belum mudah didapatkan.

“Saya sudah cek ke nelayan di Trenggalek dan berdialog langsung dengan mereka. Solar subsidi masih aman dan harganya tidak naik, namun saat ini belum semua melaut karena cuaca sedang terang bulan dan ombak besar,” kata Riyono Caping, anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Jawa Timur VII.

Dalam catatan APBN, solar subsidi untuk nelayan di bawah 30 GT mengalami sedikit penurunan sekitar 1,3 persen dibanding 2025. Alokasi untuk 2025 sebesar 18,41 juta KL dengan realisasi 18,88 juta KL, artinya melebihi kuota yang disediakan. Sementara alokasi tahun 2023 sebanyak 17,40 juta KL dengan realisasi 17,62 juta KL atau sekitar 92,7 persen.

“Solar subsidi untuk nelayan dengan harga Rp6.800 per liter berarti pemerintah memberikan subsidi Rp1.000 per liter. Seharusnya tanpa subsidi harganya Rp7.800 per liter. Harga ini masih terjangkau dan meringankan para nelayan kecil kita,” tambah Riyono Caping.

Kehadiran negara bagi nelayan wajib cepat dan responsif. Kondisi energi yang tidak menentu membuat negara harus terus siap dan membela kepentingan nelayan kecil.

“Sebanyak 90 persen protein dunia dari ikan dan hasil laut dihasilkan oleh nelayan kecil kita. Artinya, keberadaan mereka untuk tetap bisa bekerja dan melaut akan melindungi hampir 3 juta rumah tangga nelayan,” tambah Riyono Caping.

Riyono hadir langsung dan berdialog bersama nelayan serta pemangku kepentingan di daerah pemilihannya, Pacitan dan Trenggalek. Keluhan dan masukan untuk negara di antaranya solar harus mudah didapat, harga ikan yang baik, serta bantuan untuk kelangsungan ekonomi pesisir.