Surakarta (04/05) — Puluhan mahasiswa penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) jalur aspirasi Abdul Kharis Almasyhari mengikuti kegiatan pembekalan yang diselenggarakan pada Ahad, 3 Mei 2026, bertempat di Hotel Arini Syariah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat orientasi, kapasitas, serta karakter mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi di Universitas Tiga Serangkai.
Dalam arahannya, Abdul Kharis Almasyhari yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI menegaskan bahwa mahasiswa penerima beasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai generasi masa depan bangsa.
“Mahasiswa harus terus melakukan upgrade diri, baik dalam aspek keagamaan maupun keilmuan sesuai dengan bidang studi masing-masing. Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan memiliki moralitas yang kokoh,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual sebagai fondasi kepemimpinan yang utuh.
Selain itu, mahasiswa dibekali sejumlah pesan strategis yang relevan dengan tantangan generasi saat ini. Pertama, mahasiswa harus adaptif dan melek perubahan, yakni responsif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika global serta mampu memanfaatkannya untuk peningkatan kapasitas diri. Kedua, mahasiswa harus berintegritas di era digital dengan menjaga kejujuran, menjauhi plagiarisme, serta bijak dalam bermedia sosial. Ketiga, mahasiswa dituntut untuk produktif, bukan sekadar konsumtif, dengan menjadi pencipta nilai (value creator), bukan hanya pengguna. Keempat, mahasiswa perlu peduli dan kolaboratif dengan membangun jejaring, bekerja sama lintas disiplin, serta memiliki sensitivitas sosial terhadap persoalan masyarakat. Kelima, mahasiswa harus berorientasi pada kontribusi, yakni memastikan ilmu yang diperoleh berdampak nyata bagi umat, bangsa, dan lingkungan sekitar.
Pesan-pesan tersebut selaras dengan nilai-nilai yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yaitu religius, berintegritas, profesional, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat. Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi dan membawa semangat perbaikan (ishlah) dalam kehidupan berbangsa.
Kegiatan pembekalan yang juga dihadiri Hasman Budiadi (dosen UTS) dan Budhi Hartanto (Direktur Kharis Center) ditutup dengan sesi dialog interaktif yang memperkuat komitmen mahasiswa untuk menjalani studi secara optimal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa penerima Beasiswa KIP tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi unggul yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.