Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Slamet Tegaskan Tata Kelola Profesional dan Perlindungan Petani Kunci Sukses Hilirisasi Pertanian Rp 371 Triliun

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (21/11) — Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PKS, drh. Slamet, menanggapi rencana pemerintah dan BPI Danantara yang akan menginvestasikan Rp 371 triliun untuk hilirisasi sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Menurutnya, hilirisasi adalah langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nasional, namun keberhasilan program sebesar ini hanya dapat dicapai jika petani ditempatkan sebagai subjek utama, bukan sekadar objek dalam rantai produksi. “Petani harus dilibatkan sebagai pelaku yang memiliki akses terhadap teknologi, kepastian harga, dan porsi keuntungan yang adil,” tegasnya.

Slamet menekankan bahwa pemerintah harus menjalankan program hilirisasi dengan tata kelola yang profesional dan berbasis kompetensi, bukan semata penunjukan politis atau kedekatan pribadi. Menurutnya, investasi dengan nilai sangat besar harus dikelola oleh SDM dan lembaga yang memiliki rekam jejak kuat dalam agribisnis, manajemen rantai pasok, dan industrialisasi pertanian. Ia meminta pemerintah memastikan adanya mekanisme audit independen, indikator kinerja yang jelas, serta pengawasan berlapis agar hilirisasi tidak hanya menjadi jargon pembangunan tanpa hasil konkret bagi petani.

Selain itu, ia menegaskan bahwa hilirisasi harus dirancang berdasarkan data, peta komoditas, analisis agroekosistem, dan perencanaan jangka panjang. Pemerintah wajib menjamin keberlanjutan ekologi, termasuk pengendalian limbah industri dan perlindungan kawasan hutan, serta memperkuat infrastruktur pendukung seperti irigasi, jalan produksi, cold storage, dan akses logistik. “Kita tidak boleh mengulang pola lama di mana nilai tambah hanya dinikmati oleh industri, sementara petani tetap berada pada posisi yang paling rentan,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, drh. Slamet menegaskan bahwa hilirisasi hanya akan membawa manfaat besar bagi bangsa jika dilakukan dengan keadilan, transparansi, dan keberpihakan nyata kepada petani. Ia menegaskan bahwa DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan secara ketat, memastikan bahwa setiap rupiah dari investasi besar ini memberikan dampak langsung pada kesejahteraan petani, penguatan koperasi dan kelembagaan tani, serta pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia. “Hilirisasi harus menjadi jalan peningkatan kesejahteraan petani, bukan hanya proyek berskala besar yang dinikmati segelintir pihak,” pungkasnya.