Jakarta (11/11) — Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS dari Dapil Jawa Barat IX, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA., menerima kunjungan kerja dan penyampaian aspirasi dari Komisi II DPRD Kabupaten Sumedang di Ruang Rapat Pleno Fraksi PKS DPR RI, Gedung Nusantara I Lantai 3, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/11). Pertemuan berlangsung dalam format tatap muka dan dihadiri oleh 16 anggota rombongan DPRD Sumedang.
Pertemuan tersebut difokuskan pada konsultasi dan penyampaian isu strategis terkait pembangunan ekonomi pertanian, pemanfaatan potensi energi, penguatan fiskal daerah, dan penanganan persampahan di Kabupaten Sumedang.
Wakil Ketua DPRD Sumedang, Ruli Aditya, menyampaikan bahwa Sumedang menghadapi tantangan serius akibat penyusutan lahan pertanian yang ditimbulkan oleh pembangunan Waduk Jatigede, yang mengurangi sekitar 1.600 hektare lahan sawah produktif. Selain itu, keterlambatan penyelesaian Bendungan Rengrang juga menyebabkan hilangnya potensi produksi padi yang signifikan.
DPRD Sumedang juga menyoroti perlunya penguatan tata kelola penyuluh pertanian, pengembangan sektor peternakan (khususnya domba dan kambing), serta percepatan penanganan sampah melalui modernisasi TPA dan penyelesaian pembebasan lahan di Cijeruk, Cadas Pangeran.
Salah satu poin strategis yang disampaikan adalah dorongan pemanfaatan potensi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Tampomas agar dapat menjadi sumber energi dan pendapatan baru bagi daerah.
Mengawali sambutannya, Ateng Sutisna menyampaikan apresiasinya atas kehadiran DPRD Sumedang dalam rangka menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Fraksi PKS DPR RI.
“Saya merasa bangga dan terhormat dengan kehadiran bapak dan ibu sekalian yang membawa suara masyarakat Sumedang. Fraksi PKS selalu terbuka untuk memperjuangkan aspirasi daerah,” ujarnya.
Ateng menekankan pentingnya strategi jangka panjang dalam memperbaiki kondisi fiskal daerah. Menurutnya, Sumedang memiliki potensi strategis yang dapat dikembangkan untuk memperkuat PAD dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus menggali dan mengembangkan potensi daerah agar menjadi sumber pendapatan asli daerah. Untuk mencapai itu, diperlukan keberanian membuka ruang kolaborasi dengan investor yang memiliki kapasitas dan komitmen jangka panjang,” tegas Ateng.
Terkait potensi panas bumi Tampomas, Ateng menjelaskan bahwa langkah-langkah awal sudah dilakukan.
“Saya sudah melakukan pendekatan dengan masyarakat dan calon investor terkait pemanfaatan potensi panas bumi ini. Yang sedang saya perjuangkan adalah skema agar pemerintah daerah dapat memiliki saham dalam proyek ini, sehingga manfaat ekonominya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Untuk isu persampahan, Ateng juga memastikan pihaknya terus menjajaki peluang investasi yang mampu menghadirkan teknologi pengolahan sampah modern dan ramah lingkungan.
“Saya sedang mengupayakan agar ada investor yang bersedia masuk untuk mendukung pengelolaan sampah Sumedang. Ini penting agar persoalan sampah tidak hanya ditangani secara sementara, tetapi berbasis sistem yang berkelanjutan,” tambahnya.
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, drh. H. Slamet, yang turut hadir dalam pertemuan, menambahkan bahwa pemerintah pusat saat ini tengah meningkatkan dukungan terhadap sektor pertanian, termasuk melalui anggaran subsidi sebesar Rp40 triliun.
Slamet juga menyampaikan kesiapan Komisi IV dalam mengawal aspirasi Sumedang, mulai dari penanganan alih fungsi lahan hingga prioritas pembangunan irigasi.
“Presiden sangat concern pada jaminan pasar dan subsidi pertanian. Ini momentum bagi daerah untuk memperkuat sektor pertaniannya. Kami akan membantu mengawal usulan irigasi dan isu alih fungsi lahan dari daerah,” jelasnya.
Pertemuan ditutup dengan komitmen Fraksi PKS DPR RI untuk terus mengawal aspirasi DPRD Kabupaten Sumedang, khususnya terkait penguatan sektor pertanian, energi, investasi, dan penyehatan lingkungan.