Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Johan Rosihan Dorong Penguatan Konservasi dan Ekowisata di Taman Nasional Gunung Tambora

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Dompu (12/10) — Anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat I (Pulau Sumbawa), Johan Rosihan, melakukan kunjungan lapangan dalam masa reses ke Sanctuary Rusa Timor yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Tambora, Kabupaten Dompu. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pengawasan dan aspirasi bidang pertanian, kehutanan, kelautan, dan lingkungan hidup.

Dalam kesempatan tersebut, Johan Rosihan meninjau langsung upaya pelestarian Rusa Timor (Cervus timorensis) yang menjadi satwa endemik penting di kawasan hutan Tambora. Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak Balai Taman Nasional dan masyarakat sekitar yang telah menjaga keberlangsungan habitat rusa serta mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi ekowisata konservatif yang ramah lingkungan.

“Rusa Timor ini bukan sekadar satwa, tapi simbol keseimbangan ekosistem Tambora. Menjaganya berarti menjaga kehidupan, air, dan hutan yang menopang ekonomi masyarakat,” ujar Johan Rosihan di sela-sela kunjungan.

Politisi PKS ini menegaskan, Komisi IV DPR RI berkomitmen memperkuat kebijakan konservasi melalui peningkatan dukungan anggaran, sinergi antar-instansi, serta pemberdayaan masyarakat lokal agar ikut menjadi penjaga ekosistem.

“Kami ingin memastikan bahwa kawasan konservasi seperti Tambora ini menjadi pusat pembelajaran lingkungan, wisata edukatif, sekaligus sumber ekonomi hijau bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain meninjau sanctuary rusa timor, kunjungan reses ini juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan pengelola taman nasional dan kelompok masyarakat hutan sekitar terkait berbagai kendala di lapangan, mulai dari perbaikan akses, kebutuhan sarana edukasi, hingga penguatan regulasi konservasi satwa liar.

Dengan kunjungan ini, Johan Rosihan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk memastikan bahwa Tambora bukan hanya warisan sejarah letusan gunung terbesar dunia, tetapi juga simbol keberhasilan Indonesia menjaga harmoni antara manusia dan alam.