Jakarta (15/09) — Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Dapil NTB I, Johan Rosihan, menyatakan dukungannya terhadap alokasi anggaran Badan Karantina Indonesia sebesar lebih dari Rp1,7 triliun dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Badan Karantina Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Johan menegaskan dukungan ini diberikan dengan harapan agar anggaran tersebut digunakan secara optimal untuk mempercepat modernisasi sistem karantina nasional. Menurutnya, penguatan karantina memiliki dampak strategis bagi efisiensi logistik, kelancaran ekspor-impor, perlindungan sumber daya hayati, hingga ketahanan pangan nasional.
“Fraksi PKS menyetujui anggaran sebesar Rp1,7 triliun lebih untuk Badan Karantina Indonesia dengan catatan agar penggunaannya benar-benar fokus pada modernisasi sistem karantina. Kami ingin memastikan anggaran ini membawa dampak nyata, bukan hanya administrasi, tetapi langsung dirasakan masyarakat, petani, dan pelaku ekspor-impor,” ungkap Johan.
Ia menilai bahwa modernisasi karantina akan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global, sekaligus menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas pertanian nasional. Dengan demikian, kebijakan ini bukan hanya menyangkut teknis karantina, tetapi juga strategi besar dalam mewujudkan pertanian nasional yang berkelanjutan.